Mimpi Mu Sejahtera

Publish

20 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
118
Penulis di tengah, Dr. Afrizon dan Ketua PWM Banten Dr. M. Syamsuddin

Penulis di tengah, Dr. Afrizon dan Ketua PWM Banten Dr. M. Syamsuddin

Mimpi Mu Sejahtera

Oleh: Saidun Derani

Makna Sejahtera

Dikatakan sejahtera jika kondisi aman, sentosa, makmur, dan selamat, baik lahiriah maupun batiniah. Hal ini merujuk kepada keadaan hidup yang tenang, bebas dari gangguan, kesukaran, ketakutan dan kemiskinan, serta kebodohan. Ini artinya sejahtera menyangkut aspek kesehatan fisik, mental, dan terpenuhinya kebutuhan sosial, dan tidak materi semata.

Ya sejahetra itu jangan hanya satu sektor saja,  misalnya AUM, akan tetapi sejahtera organisasinya, sejahtera pengurusnya, dan Sejahtera pula anggotanya, timpal Erizal, M. Pd wakil ketua dikdasmen PWM Banten 2022-2027 sembari tersenyum kecil.

Ciputat-Serang

Dalam perjalanan panjang Ciputat – Serang, Ahad, 19 April 2026, terjadi dikusi yang Serius -Santai (Sersan) dengan Dr, Afizon Safri, tentang MU dan lebih fokus lagi menyerempet persoalan kesejahteraan. 

Pertanyaan berawal dari berbagai pernyataan masyarakat international sampai Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) bahwa MU adalah salah satu organisasi masyarakat (ormas) terkaya di dunia. Kalau tak salah terkaya ke-5. 

Persoalan timbul ketika sambutan dari Ketua PWM Banten dan salah satu Ketua PP bidang Ekonomi Prof. Muhajir pada acara Halal Bihalal PWM Banten, Ahad, 19 April 2026, yang menyebutkan PWM Banten masih punya hutang 5 M tanah  orang belum dibayar. Belum lagi informasi honor guru di beberapa Pimpinan Daerah Muhammadiyah, seperti di Lebak dan Pandeglang jauh dari kata layak. Jadi ingat film Laskar Pelangi kapur tulis saja masih berhutang kepada toko Baba Liong. 

Penguatan Sistem

Ketika hal itu penulis tanyakan kepada Dr. Afrizon Safri, seorang praktisi dan akademisi  bisnis, dengan santai beliau menjawabnya. “Why not, masalahnya MU mau tidak sejahtera’, jawabnya sembari terkekeh-kekeh tertawa ringan.

Supra dan infrastruktur dimiliki MU. Apalagi SDM melimpah dengan berbagai keahlian yang tek perlu diragukan. Apalagi tadi sambutan Ketua PP Prof Muhajir menyebutkan akan membangun Pabrik Infus yang insyaAllah Lancingnya Mei 2026 kemudian akan diteruskan dengan membanguna pabrik jarum suntik. 

Dr. Afrizon menyebutkan bahwa ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian sebuah ormas seperti MU ataupun semacamnya jika ingin sejahtera sebagaimana makna sejahtera yang dimaksud di atas. Meningkatkan sistem, yaitu sistem informasi, sistem operasional dan sistem pengawasan. 

Sementara ini remote control kesejahteraan MU itu bukan berada di PP secara terpusat, akan tetapi berada di AUM (Amal Usaha Muhammadiyah). Jadi tidak salah kalau di AUM lah para kader yang aktif jadi pengurus di PWM dan PP menjadi tujuannya. Dalam konteks inilah memahami  pernyataan Erizal di atas; sejahtera organisasi, sejahtera pengurus dan sejahtera anggota.

Sebagai sebuah sistem, informasi itu mata MU untuk melihat, mendengar dan merasakan denyut nadi dan jiwa para anggota, yang sering penulis sebut dengan rakyat MU. Itulah mengapa perlu adanya kolaborasi hati -meminjam istilah Moh. Natsir  Perdana Menteri Pertama NKRI ketika periode Parlementer tahun 1950-1957, bukan hanya sebatas hubungan formal organisatoris semata. Pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah  (PRM) akan diketahui betapa besar atau keacil respon masyarakat secara umum dan lebih khusus terhadap eksistensi MU di tengah masyarakat. 

Kenyataan dan fakta di lapangan sementara ini khususnya di PWM Banten dan mungkin saja sama di PWM lainnya, Kantor Dakwah Ranting Muhammadiyah tidak terdengar. Tidak keren dan tidak menarik. Berada digang sempit bahkan kesulitan mencari alamatnya di mana. Bukankah seharusnya mata-mata atau intel-intel terbawah  MU inilah yang perlu menjadi perhatian utama. Bukan PP yang menjadi pusat perubahan. Dari PRM inilah dimulai pergerakan dan perjuangan MU di masyarakat. Bukan sebaliknya seperti yang selama ini penulis perhatikan.

Dalam konteks inilah memahami apa yang disampaikan Dr. Afrizon Safri bahwa tentang informasi menjadi relevan ketika MU membuat sebuah perencanaan dan apa yang perlu menjadi jawaban kebutuhan ummat, ummat MU dan ummat dalam arti rakyat Indonesia secara umum. Tidak parsial dan bersifat dadakan (copy paste). Ini baru satu aspek tentu banyak lagi aspek yang lain masalah kebutuhan ummat secara luas. 

Lalu sistem operasional sangat terkait dengan cara kerja yang sistemik dan terukur yang beliau sebut secara metafora dengan sistem kerja tubuh manusia. Tangan dan kaki akan bekerja dengan baik jika proses perintah akal berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan baik secara psikis dan fisik. 

Begitu juga sebuah sistem operasional organisasi akan berjalan baik jika pusat control otak organisasi tidak ada gangguan secara fisik dan psikis. Dalam konteks inilah arti penting sistem pengawasan yang disebut Dr. Afrizon Safri memegang peranan penting dalam konteks kesejahteraan organisasi.

Beliau menyebutkan bahwa bagaimana akan berjalan baik dalam sebuah organisasi atau perusahaan kalau dia juga komisaris dan juga direksi. Ya tumpeng tindih lah sehingga ada gangguna baik secara pisik dan psikis ketika terjadi sebuah masalah internal dalam oramas. 

Bolehlah barangkali kita samakan dengan sebuah negara jika penegak hukum masuk angin dan jalan di tempat, maka akan muncul maling/korupsi di mana-mana dan kejahatan akan menjadi panglima di negara itu. Bukti sejarah mengatakan bahwa VOC bangkrut pada tahun 1799 karena para elite pejabatnya pada maling atau korupsi.

Bukan Mustahil

Ketika pertanyaan terakhir penulis tanyakan kepada Dr. Afrizon Safri apakah diskusi kita ini sekedar bicara ngelantur (pembicaraan yang tak ada manfaatnya atau mubazir) langsung beliau menjawab dengan bersemangat sangat produktif tegasnya.

Beliau meyakini MU dengan rakyatnya -estimasi kisaran 60 sd 80 juta termasuk simpatisannya- kenapa tidak. InsyaAllah bisa tegasnya. Dan kemungkinan MU  sejahtara sangat besar jika terjadi integrasi yang harmonis antara sistem informasi, sistem operasiojnal dan sistem pengawasan.

Masalahnya adalah ada tidak keinginan atau niat yang kuat dan istiqamah secara mandiri yang membuat MU sejahtera. Sinar Mas Group dan Sumarrecon saja bisa sejahtera, masa MU tidak kata beliau dengan keyakinan yang mantap.

Semoga diskusi ini menjadi kenyataan di lapangan dengan semboyan man jadda wajada. Jika yang lain bisa mengapa MU tak bisa. Allah menyuruh umat Islam sejahtera lahir di dunia dan mati masuk surga (QS (2): 201). Aamiin ya Allah Yra 

Penulis adalah aktivis PWM Banten 2022-2027


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Sakit Cerpen Affan Safani Adham Tangan kananku masih memegang bor cordless ketika jarum jam suda....

Suara Muhammadiyah

23 January 2026

Humaniora

Washli Sjafie: Nusantarakan Pendidikan Muhammadiyah Kalimantan Barat Oleh: Amalia Irfani Keb....

Suara Muhammadiyah

6 October 2023

Humaniora

Doa Terakhir Nenek Menjelang Ajal Cerpen Soegiyono MS Umi Salamah seorang nenek tua renta hidup se....

Suara Muhammadiyah

29 November 2024

Humaniora

SM Tower dan Semangat Pemberdayaan "Business is Business",  memang demikianlah ekosistem sebua....

Suara Muhammadiyah

15 October 2023

Humaniora

Ramadan, Masjid, dan Pelajaran Rezeki Oleh: Hening Parlan, penulis adalah pengurus LLH PB ‘Ai....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah