MPM dan Arah Baru Pemberdayaan: Membangun Kemandirian Umat Berbasis Filantropreneurship

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
597
MPM Outlook 2026

MPM Outlook 2026

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hilman Latief, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam MPM Outlook 2026 menyampaikan bahwa forum ini sejatinya menjadi ruang yang baik untuk memikirkan kembali konsep-konsep dasar program MPM yang akan dikembangkan ke depan. Hal ini membutuhkan satu kerangka pemikiran yang berkelanjutan, agar dapat terus dikembangkan sesuai dengan arah baru MPM ke depan.

Selama ini, Muhammadiyah sebagai gerakan filantropi Islam terus berkembang dan berupaya menjalankan berbagai program pemberdayaan. Pertanyaannya, sampai kapan model ini akan terus berlangsung dan seberapa kuat daya tahannya. Konsep empowerment dalam filantropreneurship menekankan pada upaya memberikan kemampuan dan kekuatan—baik tenaga, akal, maupun keterampilan—agar masyarakat mampu mengatasi persoalan yang mereka hadapi. Pemberdayaan merujuk pada proses ketika masyarakat memiliki kemampuan dan kapasitas untuk membuat keputusannya sendiri.

Melalui pemberdayaan yang dijalankan oleh MPM, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan aset yang dimiliki serta memperkuat kapasitas mereka dalam membangun akses dan jejaring, sehingga dapat menyampaikan aspirasi secara lebih efektif. 

Pertanyaan penting berikutnya yang disampaikan Hilman adalah bagaimana memanfaatkan teknologi baru dalam rangka pemberdayaan masyarakat, baik dalam transformasi ekonomi maupun sosial. Selain fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, sektor-sektor pemberdayaan juga perlu diperjelas, apakah pada pertanian, perikanan, perkebunan, atau industri kreatif. Dalam konteks ini, makna dan fokus dominan pemberdayaan perlu dirumuskan dengan lebih tegas.

Diperlukan arah baru yang lebih serius pada pengembangan industri kreatif, baik di bidang seni maupun teknologi digital. Apakah ini akan menjadi strategi utama MPM dalam melakukan pemberdayaan masyarakat ke depan. Termasuk di dalamnya adalah pendampingan kepada kelompok nelayan, yang tidak hanya berfokus pada sumber daya ikan, tetapi juga pengelolaan dan pemanfaatan potensi lain seperti energi dan sumber daya kelautan lainnya.

"Konsep the power of giving memiliki energi yang terbatas, sehingga perlu ditentukan prioritas-prioritas strategis yang akan menjadi fokus garapan MPM. Keterlibatan Generasi Z menjadi keharusan dan merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya. 

Menurut Hilman, pemberdayaan berbasis kewirausahaan (entrepreneurship-based empowerment) sejatinya telah menjadi bagian dari program MPM, namun belum banyak dilakukan upaya untuk melembagakan proyek-proyek pemberdayaan tersebut secara berkelanjutan. Oleh karena itu, filantropreneurship menjadi penting sebagai penopang lahirnya model-model pemberdayaan baru MPM.

Dalam kerangka besar 2025–2050, ia menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah selama ini ditopang oleh gerakan filantropi dan AUM seperti rumah sakit, perguruan tinggi dan amal usaha lainnya. Ke depan, diperlukan penopang baru, di mana BUMM atau Muhammadiyah Enterprise dapat berperan sebagai penopang ketiga bagi keberlanjutan gerakan dakwah Muhammadiyah. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wejangan dari K.H. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

TERENGGANU, Suara Muhammadiyah – Fakultas Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Berita

REMBANG, Suara Muhammadiyah - Memasuki musim hujan, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah M....

Suara Muhammadiyah

28 December 2023

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pendamping Proses Produk Halal   (LP3H) Pimpinan W....

Suara Muhammadiyah

11 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kantor Layanan Lembaga Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta....

Suara Muhammadiyah

28 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah