MPM dan Arah Baru Pemberdayaan: Membangun Kemandirian Umat Berbasis Filantropreneurship

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
412
MPM Outlook 2026

MPM Outlook 2026

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hilman Latief, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam MPM Outlook 2026 menyampaikan bahwa forum ini sejatinya menjadi ruang yang baik untuk memikirkan kembali konsep-konsep dasar program MPM yang akan dikembangkan ke depan. Hal ini membutuhkan satu kerangka pemikiran yang berkelanjutan, agar dapat terus dikembangkan sesuai dengan arah baru MPM ke depan.

Selama ini, Muhammadiyah sebagai gerakan filantropi Islam terus berkembang dan berupaya menjalankan berbagai program pemberdayaan. Pertanyaannya, sampai kapan model ini akan terus berlangsung dan seberapa kuat daya tahannya. Konsep empowerment dalam filantropreneurship menekankan pada upaya memberikan kemampuan dan kekuatan—baik tenaga, akal, maupun keterampilan—agar masyarakat mampu mengatasi persoalan yang mereka hadapi. Pemberdayaan merujuk pada proses ketika masyarakat memiliki kemampuan dan kapasitas untuk membuat keputusannya sendiri.

Melalui pemberdayaan yang dijalankan oleh MPM, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan aset yang dimiliki serta memperkuat kapasitas mereka dalam membangun akses dan jejaring, sehingga dapat menyampaikan aspirasi secara lebih efektif. 

Pertanyaan penting berikutnya yang disampaikan Hilman adalah bagaimana memanfaatkan teknologi baru dalam rangka pemberdayaan masyarakat, baik dalam transformasi ekonomi maupun sosial. Selain fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, sektor-sektor pemberdayaan juga perlu diperjelas, apakah pada pertanian, perikanan, perkebunan, atau industri kreatif. Dalam konteks ini, makna dan fokus dominan pemberdayaan perlu dirumuskan dengan lebih tegas.

Diperlukan arah baru yang lebih serius pada pengembangan industri kreatif, baik di bidang seni maupun teknologi digital. Apakah ini akan menjadi strategi utama MPM dalam melakukan pemberdayaan masyarakat ke depan. Termasuk di dalamnya adalah pendampingan kepada kelompok nelayan, yang tidak hanya berfokus pada sumber daya ikan, tetapi juga pengelolaan dan pemanfaatan potensi lain seperti energi dan sumber daya kelautan lainnya.

"Konsep the power of giving memiliki energi yang terbatas, sehingga perlu ditentukan prioritas-prioritas strategis yang akan menjadi fokus garapan MPM. Keterlibatan Generasi Z menjadi keharusan dan merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya. 

Menurut Hilman, pemberdayaan berbasis kewirausahaan (entrepreneurship-based empowerment) sejatinya telah menjadi bagian dari program MPM, namun belum banyak dilakukan upaya untuk melembagakan proyek-proyek pemberdayaan tersebut secara berkelanjutan. Oleh karena itu, filantropreneurship menjadi penting sebagai penopang lahirnya model-model pemberdayaan baru MPM.

Dalam kerangka besar 2025–2050, ia menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah selama ini ditopang oleh gerakan filantropi dan AUM seperti rumah sakit, perguruan tinggi dan amal usaha lainnya. Ke depan, diperlukan penopang baru, di mana BUMM atau Muhammadiyah Enterprise dapat berperan sebagai penopang ketiga bagi keberlanjutan gerakan dakwah Muhammadiyah. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMPUNG TENGAH, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 1 Sendang Agung jalin kerjasama dengan BLKK M ....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Berada di tengah hamparan persawahan. Dengan ditemani angin yang berhem....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Berita

MADRID, Suara Muhammadiyah - Diaspora Indonesia Madrid, Keluarga Cinta Indonesia (KCI) Madrid dan Pi....

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

Berita

PEKANBARU – Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Di....

Suara Muhammadiyah

14 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka menyiapkan pengusaha Muhammadiyah masuk 100 orang t....

Suara Muhammadiyah

24 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah