ASAHAN, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan bersama Tim SATUMU MPI PDM Asahan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), sosialisasi, dan implementasi perdana program SATUMU di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kisaran. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (5/4) di Masjid Al Huda PCM Kisaran.
PCM Kisaran menjadi cabang pertama yang melaksanakan Bimtek SATUMU di wilayah Asahan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan jajaran pengurus PCM Kisaran, serta perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kisaran Kota.
Bimtek SATUMU digelar untuk memberikan pemahaman sekaligus praktik langsung terkait program migrasi Kartu Tanda Muhammadiyah (KTM) menjadi e-KTM (Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah elektronik). Kegiatan ini bertujuan agar warga dan kader Muhammadiyah dapat memahami serta memanfaatkan layanan e-KTM SATUMU secara optimal.
Koordinator Sosialisasi SATUMU Wilayah I PDM Asahan, Jumiadi, menyampaikan materi terkait SK PP Muhammadiyah Nomor 557 dan Nomor 528 tentang Perjanjian Kerja Sama (PKS) Persyarikatan dengan Bank Danamon Syariah dalam pembukaan rekening giro wadiah Persyarikatan.
Menurutnya, program SATUMU dan e-KTM sangat membantu warga Muhammadiyah dalam pendataan keanggotaan. Dengan sistem migrasi ini, setiap anggota akan terdata secara jelas sebagai bagian dari Persyarikatan. Melalui aplikasi, anggota juga dapat memantau iuran keanggotaan, sementara data identitas langsung terintegrasi ke pusat melalui sistem SATUMU.
Ia juga menjelaskan bahwa pembayaran iuran dilakukan melalui aplikasi MASA setelah proses pendaftaran e-KTM selesai, dan pengelolaan dana dilakukan sesuai ketentuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Terkait isu pengembalian iuran ke ranting, disebutkan bahwa terdapat skema distribusi sekitar 45 persen.
Ketua PCM Kisaran, Mahmudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah atas hadirnya platform SATUMU. Menurutnya, program ini sangat membantu dalam pengelolaan administrasi cabang maupun ranting.
“SATUMU merupakan platform digital milik Persyarikatan Muhammadiyah yang dirancang untuk membangun sistem satu data, mengintegrasikan layanan keanggotaan (e-KTM), organisasi, dan iuran. Ini bagian dari transformasi digital menuju tata kelola organisasi yang lebih modern, transparan, dan efisien dari ranting hingga pusat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran platform ini membantu penuntasan pendataan anggota di tingkat cabang dan ranting. Saat ini, sebagian anggota cabang dan ranting di Kisaran telah menyelesaikan tahap pembayaran e-KTM dan tinggal menunggu proses lanjutan.
Ke depan, pada pekan keempat, PCM Kisaran akan melaksanakan sosialisasi dan Bimtek lanjutan di seluruh ranting se-cabang Kisaran guna menuntaskan pembayaran iuran anggota. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan pemutihan iuran, melainkan tetap mengikuti ketentuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sementara itu, Sekretaris PDM Asahan, Yusuf Sinambela selaku Ketua Tim SATUMU Asahan, memaparkan pengantar materi terkait pengelolaan program SATUMU, termasuk pendataan administrasi aset Persyarikatan serta integrasi identitas keanggotaan dalam sistem satu data.
Materi teknis mengenai verifikator, agen SATUMU, serta layanan DOM dan e-KTM disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif PDM Asahan, Zul Azmi, didampingi Tim SATUMU Asahan dari MPI PDM Asahan, yakni Ade Kurniawan dan Hazlansyah Ramelan.
Dalam sesi praktik, peserta dibimbing langsung terkait proses pendaftaran, verifikasi, hingga penerbitan e-KTM melalui aplikasi MASA. Seluruh proses kini dilakukan secara digital, mudah, dan terintegrasi, sehingga mempercepat layanan keanggotaan sekaligus mendukung digitalisasi organisasi Muhammadiyah. (mpi asahan)
