YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah tidak ada habisnya energi berbuat untuk bangsa dan negara. Demikian Agus Taufiqurrahman mengemukakan. “Insya Allah Muhammadiyah itu kepada Indonesia dengan memberi kontribusi,” ujarnya.
Koridornya lewat pendidikan, misalnya. Lebih jauh memperlihatkan, pendidikan yang dijalankan Muhammadiyah tidak hanya di tingkat nasional, bahkan sudah menembus tingkat internasional, yakni bukti konkretnya mendirikan Muhammadiyah Australia College (MAC).
“Jadi murid SD Muhammadiyah Australia itu 76%. Itu diaspora internasional tidak keturunan Indonesia,” kata Agus, Sabtu (10/10) saat Resepsi Milad ke-105 LKSA Yatim Putra Muhammadiyah (YPM) Lowanu Yogyakarta.
Pendirian MAC itu justru disambut positif. Kenapa demikian? Karena basis fundamental pendidikan Muhammadiyah orientasinya pada pembangunan akhlak.
“Karena brand sekolah kita adalah school of akhlak. Memang sekolah mendidik budi pekerti,” tegas Agus, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Usaha bertungkus lumus Muhammadiyah mencerdaskan kehidupan itu terus diperluas spektrumnya. Bahkan, ketika tembus ke tingkat internasional, Muhammadiyah terus hadirkan pencerahan dan memberikan manfaat secara nyata.
“Kita ketika di sana bersyukur. Muhammadiyah yang asli Indonesia mewarnai sampai ke level global. Membawa nama harum Indonesia di luar negeri,” ujarnya.
Itulah bukti otentik bahwa Muhammadiyah sangat cinta kepada Indonesia. “Mewujudkan kecintaannya kepada Indonesia dengan banyak memberi karya,” tegas Agus.
Dan, sampai dengan saat ini, Muhammadiyah terus berkarya dan berkontribusi nyata bagi bangsa. Melalui pelbagai bidang kehidupan, Muhammadiyah tidak patah arang berupaya menghadirkan manfaat bagi umat sekaligus mengambil bagian dalam memajukan Indonesia.
“Muhammadiyah itu gerakan Islam. Gerakan Islam hadir untuk membawa kemajuan agar dakwah di Indonesia itu bisa membawa Indonesia itu semakin bermartabat,” tukasnya. (Cris)

