Muhammadiyah Harus Lebih Modern di Masa Depan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
156
Muhammad Izzul Muslimin, SIP

Muhammad Izzul Muslimin, SIP

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Merefleksikan eksistensi 113 tahun Muhammadiyah, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin menukil pandangan Deliar Noer yang mengemukakan, Muhammadiyah dikategorikan sebagai organisasi modern Islam.

Tolok ukurnya dapat dilihat dari aspek pemikiran, di mana Muhammadiyah mengusung gagasan-gagasan pembaruan yang terinspirasi dari pemikiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Pembaruan tersebut bukan hanya hadir dalam ranah ide dan wacana, tetapi juga diwujudkan dalam aspek manajemen serta aksi-aksi nyata organisasi.

“Muhammadiyah juga bergerak sebagai organisasi yang dianggap modern,” katanya di Ruang Publik tvMu, Sabtu (22/11).

Salah satu bentuk konkretnya, dengan adanya Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), sebagai dokumen fundamental yang mengatur oprerasionalisasi organisasi. “Itu menunjukkan sebagai gerakan modern,” kata Izzul.

Namun demikian, setelah 113 tahun, Muhammadiyah perlu merefleksikan diri (muhasabah) denyut nadi jejak langkahnya dalam jangka panjang. “Untuk sekarang, modernnya harus sudah lebih modern, tidak kemudian modern yang sama dengan 1900-an itu,” tekannya.

Izzul juga mendorong agar Muhammadiyah sekaligus melakukan reformasi terhadap gerakannya sendiri. “Sehingga, semakin ke depan, Muhammadiyah harus juga memordenisasikan dirinya,” sambungnya. Termasuk, dalam membangun sistem. Melongok awal kelahirannya, Muhammadiyah ditopang oleh para saudagar.

“Mereka dengan kesukarelawanan membantu Muhammadiyah dengan kekayaannya masing-masing,” bebernya. Meskipun begitu, Izzul mengetengahkan kalau Muhammadiyah tidak bisa berpangku tangan pada dukungan tersebut.

“Kita harus menjadikan gerakan ini sebagai gerakan teratur, sehingga ketika kita untuk fundraising harus menyusun pola-pola yang terorganisir,” tegasnya.

Di samping itu, titik penekanan Izzul kepada Muhammadiyah untuk membangun dan memperkuat basis kemandiriannya dengan melakukan penguatan atau pemberdayaan diri. “Harus ada mekanisme yang lebih kreatif,” tekannya, dengan mengembangkan gerakan sentrifugral, di mana Muhammadiyah bisa menyebarkan kekuatannya lebih luas.

“Tidak hanya di Indonesia, harus digerakkan keluar. Ketika kita menggerakkan keluar itu, maka di dalam negeri akan semakin kuat. Orang akan semakin memperhitungkan, karena Muhammadiyah diberbagai negara juga sudah berkembang,” tandasnya. (Cris/Nurvi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Pimpinan Pusat Muhamm....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

SERANG, Suara Muhammadiyah - Zendo Kota Serang-Cilegon, sebuah layanan on-demand berbasis ojek resmi....

Suara Muhammadiyah

17 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kadipaten Wetan dan Ngasem, ....

Suara Muhammadiyah

29 February 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Sulawesi Education and Techno Expo 2025 yang digelar oleh Lemba....

Suara Muhammadiyah

21 January 2025

Berita

Tim Prodi Magister Hukum UAD Gelar Penyuluhan Hukum di Lapas Tegal TEGAL, Suara Muhammadiyah - Dala....

Suara Muhammadiyah

27 February 2025