YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Cinta Muhammadiyah terhadap Indonesia luar biasa. Demikian tegas Ahmad Muzani, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Kecintaan itu tersemburat dengan masfinya gerakan membangun kehidupan bangsa. Mulai dari pendidikan, kesehatan, panti asuhan, pun, terus dijalankan Muhammadiyah sampai detik ini.
“Inilah amal terbaik, darma terbaik, karya terbaik, pengabdian terbaik bagi negeri, dan menjadi jembatan kita untuk membangun ke akhirat,” tuturnya.
Di satu sisi, semua ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Di satu sisi, juga menjadi maujud dari amal yang langsung tersambung dengan keyakinan dalam beragama.
“Itulah yang dibangun oleh Kiai Haji Dahlan melalui surat Al-Ma’un dan diterjemahkan sampai sekarang,” ujarnya, Ahad (5/4) saat Silaturahmi Idul Fitri 1447 H PDM Kota Yogyakarta di SM Tower Malioboro.
Di sinilah pentingnya keberlanjutan kiprah itu. Muzani tidak menginginkan Muhammadiyah berhenti, atau bahkan terjebak pada sangkar besi kepuasan diri hatta atas raihan sejauh ini.
“Muhammadiyah harus terus meningkatkan amalnya. Bahkan Muhammadiyah harus memberi kontribusi kepada pembangunan dakwah di tingkat internasional. Dari situlah kemudian citra Islam di Indonesia juga mulai dikenal,” terang Muzani.
Di lain sisi, yang mesti menjadi agenda masa depan Muhammadiyah, sambung Muzani, memberdayakan ekonomi jamaah. Hal itu agar bisa terus memberikan amal, bersedekah, berzakat, infak kepada semua kebutuhan-kebutuhan organisasi.
“Karena kalau nggak dipikirkan oleh organisasi, maka ini akan menjadi persoalan. Di satu sisi amal harus kita harapkan dari anggota, tapi di sisi lain kita tidak memikirkan tentang sumber amal itu sendiri,” bebernya. (Cris)
