Muhammadiyah Tumbuh dari Ekosistem Wirausaha dan Semangat Kemandirian yang Kuat

Suara Muhammadiyah

19 September 2026

89
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah mulai fokus menjalankan usaha di bidang ekonomi dan bisnis. Melongok pada fase awal, kelahiran Muhammadiyah, denyut nadinya disokong oleh pergerakan para wirausaha, lebih-lebih Kiai Dahlan sekali pun.

“Beliau jualan batik, tapi itu simbol dari wirausaha. Muhammadiyah generasi awal itu tumbuh di pusat-pusat ekonomi pribumi yang kuat,” kata Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (19/9) saat Grand Launching Mentari Bayt Coin (MBC) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Spektrumnya mencakup di Yogyakarta, Klaten, Surakarta, Surabaya, sampai ke Banyuwangi. Kemudian, bersambung ke Semarang, Pekalongan, Pekajangan, Garut, Tasikmalaya, Betawi, dan sampai ke Padang Panjang, Aceh, dan Kalimantan.

“Di sana fondasi wirausahanya kuat sekali sejak zaman Belanda. Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah itu memang memiliki dasar ekosistem bisnis wirausaha yang semuanya untuk memperkokoh posisi pergerakan Islam ini,” ujar Haedar.

Tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah, sebagai nukilan hadis Rasulullah yang menjadi spirit Muhammadiyah memiliki kekuatan sendiri dalam menjalankan usaha wirausaha lewat amal usahanya.

“Biarpun basically bukan pergerakan bisnis, tetapi kita harus bisa menghidupi diri sendiri. Tidak mungkin pendidikan, kesehatan, sosial kita itu kuat kalau kita tidak mandiri. Dari kecil lalu menjadi besar,” tegas Haedar.

Seperti pendidikan yang dijalankan, misalnya. Ribuan sekolah dan ratusan perguruan tinggi yang kini tampak besar dan mentereng, di awali dari tingkat bawah. “Dulu kecil, besar, sekarang besar,” ucapnya. Semua itu, kata Haedar, semangatnya adalah semangat dan etos kemandirian.

“Kemandirian tentu bukan eksklusif. Dengan etos kemandirian itulah kemudian Alhamdulillah Muhammadiyah bisa cukup kuatlah sebagai ormas keagamaan dan kemasyarakatan,” tegasnya.

Pada saat yang sama, ditekankan Haedar, kemandirian yang dipelopori Muhammadiyah itu, semangatnya berupaya untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang seluas-luasnya.

“Muhammadiyah bikin sekolah, rumah sakit, kemudian Lembaga-lembaga social termasuk bisnis, bukan untuk Muhammadiyah, tapi untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

ALOR, Suara Muhammadiyah - Bertempat di halaman SMA Muhammadiyah Kalabahi, Pimpinan Daerah Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

22 November 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UM....

Suara Muhammadiyah

5 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Panitia Ramadhan Di Kampus (RDK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meng....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersiap menggelar Kej....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu menyalurkan hewan qurban untuk....

Suara Muhammadiyah

29 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah