Muhammadiyah USA Gelar Baitul Arqam Pertama, Perkuat Kaderisasi dari West Coast hingga East Coast

Suara Muhammadiyah

31 August 2026

93
Foto Istimewa

Foto Istimewa

AS, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah USA atau Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Amerika Serikat menyelenggarakan Baitul Arqam Muhammadiyah USA 2026 pada Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi, pemahaman Kemuhammadiyahan, serta kapasitas organisasi warga Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat. Rangkaian kegiatan mencakup pembukaan, materi ideologi Muhammadiyah, Manhaj Tarjih, tuntunan ibadah, Risalah Islam Berkemajuan, isu kemanusiaan global, hingga muatan lokal tentang Islamofobia dan multikulturalisme di Amerika Serikat. 

Baitul Arqam kali ini memiliki arti khusus karena menjadi Baitul Arqam pertama yang diselenggarakan oleh PCIM Amerika Serikat. Sebanyak 26 peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari berbagai negara bagian yang membentang dari West Coast hingga East Coast. Para peserta memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa, akademisi, profesional, hingga warga Muhammadiyah yang aktif dalam berbagai bidang kehidupan di Amerika Serikat.

Ketua Umum PCIM Amerika Serikat, Rachmadian Wulandana, menyampaikan rasa syukurnya karena Baitul Arqam akhirnya dapat dilaksanakan setelah perjalanan panjang Muhammadiyah USA membangun jaringan dan kehidupan organisasi di Amerika Serikat. Menurutnya, pelaksanaan Baitul Arqam pertama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan kader dan membangun proses perkaderan yang lebih sistematis bagi warga Muhammadiyah yang hidup tersebar di berbagai wilayah.

Kegembiraan serupa disampaikan oleh Penasehat PCIM Amerika Serikat, Muhamad Ali. Ia melihat terselenggaranya Baitul Arqam sebagai sebuah peristiwa bersejarah bagi Muhammadiyah di Amerika Serikat. Dengan kondisi geografis yang sangat luas dan anggota yang tersebar dari satu wilayah ke wilayah lain, mempertemukan kader dalam satu proses perkaderan bukanlah hal yang sederhana. Karena itu, terlaksananya Baitul Arqam pertama ini menjadi penanda penting dalam perkembangan Muhammadiyah USA.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Iip Ichsanudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah selama ini memiliki persepsi yang positif di tengah masyarakat Indonesia. Ia berharap citra positif tersebut juga dapat terus dikembangkan dalam konteks Amerika Serikat, sehingga Muhammadiyah tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam kehidupan sosial dan pendidikan di Amerika Serikat.

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., menekankan pentingnya Baitul Arqam sebagai proses membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai Muhammadiyah di kalangan kader. Ia menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membangun verstehen atau pemahaman yang utuh mengenai Muhammadiyah bagi para kader yang berada di Amerika Serikat, sehingga Muhammadiyah tidak hanya dipahami sebagai organisasi, tetapi juga sebagai gerakan Islam yang memiliki nilai, sejarah, cara pandang, dan orientasi perjuangan.

Selama dua hari, peserta mengikuti proses perkaderan yang dipandu oleh Tim Instruktur dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah. Materi yang diberikan antara lain Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Manhaj Tarjih Muhammadiyah, Tuntunan Ibadah Sesuai Tarjih, Risalah Islam Berkemajuan, serta isu-isu kemanusiaan internasional dan Ta’awun Global Muhammadiyah. 

Pada hari kedua, Ustadz Dr. Shamsi Ali juga dijadwalkan menjadi narasumber dalam sesi muatan lokal bertema “Peran Muhammadiyah dalam Menghadapi Islamofobia dan Dinamika Multikulturalisme di Amerika Serikat.” 

Melalui Baitul Arqam ini, Muhammadiyah USA berharap proses kaderisasi tidak berhenti pada pemahaman organisasi secara formal. Baitul Arqam juga diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman para kader, membangun kesamaan pemahaman tentang Muhammadiyah, serta mendiskusikan bagaimana nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat dihidupkan dalam konteks sosial dan budaya Amerika Serikat.

Bagi PCIM Amerika Serikat, pelaksanaan Baitul Arqam pertama ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem kaderisasi yang lebih berkelanjutan. Di tengah jarak geografis yang sangat luas, keberagaman latar belakang anggota, dan konteks kehidupan diaspora yang berbeda dengan Indonesia, proses perkaderan menjadi salah satu fondasi penting agar Muhammadiyah USA dapat terus tumbuh sebagai gerakan keagamaan, pendidikan, dan sosial yang relevan di Amerika Serikat.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyerahkan bantuan kemasla....

Suara Muhammadiyah

10 January 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Tinggal selama lima hari di Pesantren Ekologi Misykat Al-Anwar Bogor, Ja....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah pelaks....

Suara Muhammadiyah

11 October 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Cabang Kasihan, ....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pengajian Keluarga Sakinah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ti....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah