Munas Tarjih ke-33 di Surabaya Konsen Bahas Kedaulatan Pangan

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

179
Prof Dr Ustadi Hamsah, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Prof Dr Ustadi Hamsah, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Munas Tarjih Muhammadiyah ke-33 sudah ada di depan mata. Tinggal menunggu hitungan hari saja – yang rencananya akan berlangsung pada tanggal 5 sampai 7 November 2026 di Universitas Muhammadiyah Suarabaya (UMSura), Jawa Timur. Melihat waktu acara yang semakin dekat, Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Senin (12/10) berkepentingan melakukan segala persiapannya secara matang, salah satunya konferensi pers sekaligus peluncuran logo Munas sebagai bentuk syiar. 

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Ustadi Hamsah mengatakan bahwa Munas Tarjih 2026 menjadi momentum istimewa, pasalnya menjadi penanda waktu bagi Majelis Tarjih dan Tajdid yang saat ini telah genap berusia 100 tahun.

“Hari ini kita mengadakan Munas ke-33 khusus untuk memperingati 1 abad Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menurut perhitungan kalender Masehi,” ujarnya.

Lahir pada tahun 1927 di Surabaya, Majelis Tarjih dan Tajdid diinisiasi langsung oleh KH Mas Mansur. Oleh sebab itu pemilihan Surabaya menjadi tuan rumah Munas Tarjih ke-33 bukan keputusan tanpa alasan yang jelas. Kembalinya Surabaya sebagai tuan rumah justru untuk memperkuat kembali ikatan sejarah. Bukan untuk memutus mata rantai historis, melainkan untuk menyambungnya kembali, sebagai bagian dari refleksi sejarah yang menginspirasi dan tak akan pernah lekang oleh waktu. 

“Majelis Tarjih dan Tajdid sudah melewati waktu yang demikian panjang, berawal di Surabaya, dan saat ini kita kembali ke Surabaya,” ungkap Guru Besar UIN Sunan Kalijaga tersebut.

Pemilihan Surabaya, menurut Ustadi tidak dapat dilepaskan dari kerangka historis Majelis Tarjih dan Tajdid yang lahir di Kota Pahlawan. Ia hadir merespon segala persoalan masyarakat, khususnya terkait bagaimana Islam dapat menjadi landasan serta pijakan bagi masyarakat yang pada saat itu masih sangat terbelakang. Sehingga pemikiran keislaman yang responsif, solutif, berorientasi pada kemaslahatan dan kesejahteraan menjadi etos perjuangan majelis yang sekarang ia pimpin. 

Mengusung tema Meneguhkan Akidah, Memperindah Akhlak, Menguatkan Ibadah dan Memberdayakan Umat untuk Peradaban Berkemajuan, Munas ke-33 setidaknya akan membahas lima agenda penting. Pertama, penyusunan fikih lansia. Fikih ini merumuskan tuntunan Islam soal memperhatikan kehidupan lansia, mulai dari pelayanan, perlindungan, pelaksanaan ibadah, dan seluruh hal yang tekait kehidupan lansia. 

“Fikih ini sangat penting untuk menjadi tuntunan bagi kita umat Islam menghadapi problem-problem yang dirasakan oleh kelompok lansia,” ujarnya.

Kedua, penyusunan fikih kedaulatan pangan. Melalui fikih ini, Muhammadiyah hadir menyajikan tuntunan terkait bagaimana mewujudkan kedaulatan pangan di masyarakat akar rumput dan perkotaan. Bagi Ustadi, Indonesia yang dikenal dengan masyarakatnya yang agraris perlu terus didorong mandiri dalam urusan pangan, yang intinya terkait bagaimana menyikapi krisis pangan di masa depan. 

Ketiga, penguatan risalah akidah Islam Muhammadiyah. Pada risalah ini, Muhammadiyah mencoba menghadirkan suatu tuntunan tentang bagaimana karakter warga Muhammadiyah secara spesifik dari kaca mata akidah. Kata kuncinya adalah, bahwa akidah Muhammadiyah harus memiliki corak yang welas asih dan selalu berorientasi pada kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. 

Keempat, risalah akhlak praktis. Risalah ini menurut Ustadi merupakan turunan dari buku yang pernah diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid berjudul Risalah Akhlak Islam Filosofis. Dalam buku tersebut, MTT menguraikan tentang bagaimana manusia harus hidup dengan akhlak, berperilaku yang baik secara Islam. 

“Dalam buku ini nantinya akan diuraikan dari A sampai Z tentang bagaimana umat Islam harus berperilaku sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah,” paparnya.

Kelima, pengembangan Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Materi ini akan membahas isu-isu terkait ibadah, khususnya bacaan asholatu khairum minannaum dalam adzan Subuh.

“Meskipun ini sudah menjadi pembahasan pada munas-munas yang lalu, tapi ini akan diperdalam lagi, untuk kemudian diputuskan supaya menjadi tuntunan,” tegasnya.

Selain sidang Munas, akan ada dua rangkaian seminar strategis dalam rangka merespon tantangan zaman. Yaitu seminar bertajuk Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Nilai Islam, Ikhtiar Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa. Seminar ini akan mengeksplorasi tentang bagaimana Islam memberikan pijakan dalam hal kedaulatan pangan. Menghadirkan narasumber-narasumber kompeten dalam bidangnya, mulai dari ulama, akademisi, hingga pengambil kebijakan. Perpaduan dari ketiganya diharapkan dapat memberikan pandangan yang komprehensif bahwa Islam menyajikan tuntunan tentang kedaulatan pangan. “

Dan ini sudah menjadi sebuah keharusan bagi umat Islam memiliki kedaulatan pangan, sekaligus mendukung program kedaulatan pangan pemerintah,” tegas Ustadi.

Seminar berikutnya mengusung tema, Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah, Warisan KH Mas Mansur sampai Problem Kebangsaan Masa Kini. Yang mana peran dari Majelis Tarjih dan Tajdid tidak dapat dilepaskan dari ketokohan KH Mas Mansur yang telah mewariskan pandangan kemasyarakatan dan kemaslahatan bagi Muhammadiyah. 

“Maka lengkap sudah apa yang diwariskan oleh KH Mas Mansur ini. Oleh karena itu pada Munas ke-33 Tarjih dan Tajdid ini kita akan menggali tentang bagaimana pemikiran KH Mas Mansur dalam rangka pengembangan tarjih, memajukan umat dan bangsa ini,” paparnya.

Di hari terakhir, Ustadi menyampaikan bawah agenda Munas ke-33 akan ditutup dengan rangkaian napak tilas jejak KH Mas Mansur di Surabaya. “Bukan untuk mengkultuskan, tapi untuk mewarisi spirit, pemikiran yang ditanamkan oleh KH Mas Mansur,” jelasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Kolaborasi Panti Al-Kautsar dan Alumni IQT UMS  MERAUKE, Suara Muhammadiyah – Fajar baru....

Suara Muhammadiyah

1 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Upaya Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni (DPP IKA) Uni....

Suara Muhammadiyah

2 October 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Aisyiyah Jetis Yogyakarta menghadirkan Ketua ....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan Badan Narkotika Nasional Pr....

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mencatatkan....

Suara Muhammadiyah

6 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah