Musholla ‘Aisyiyah Suronatan Memperkuat dan Memperluas Kiprah Dakwah Perempuan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

23 March 2026

516
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di Kota Yogyakarta terdapat 16 Musholla ‘Aisyiyah (MA) yang tersebar  di 8 kecamatan/kemantren, yaitu di Danurejan 1 (MA Lempuyangan), Gondokusuman 2 (MA Baciro dan MA TK ABA Sapen), Gondomanan 2 (MA Kauman dan MA Prawirodirjan), Kotagede 1 (MA TK ABA Musholla Kotagede), Kraton 2 (MA Kadipaten Kulon dan MA Suryoputran), Mergangsan 3 (MA Karangkajen, MA Surokarsan dan MA Karanganyar), Ngampilan 4 (MA Purwodiningratan, MA Ngadiwinatan, MA Suronatan dan MA Notoprajan), dan Wirobrajan 1 (MA Kuncen). 

Sebagaimana tujuan didirikan Musholla ‘Aisyiyah pertama, MA Kauman pada tahun 1922 oleh KH Dahlan dibersamai istri beliau Nyai Siti Walidah adalah memberi ruang ramah perempuan, untuk penguatan ibadah dan amal shalih yang pada saat itu para perempuan masih dibatasi perannya hanya di ranah domistik, dengan predikat konco wingking dengan kiprah seputar dapur sumur dan kasur. Keberadaan Musholla ‘Aisyiyah menjadi semacam media bagi para perempuan mengasah kemampuan untuk mengambil peran dalam dakwah amar makruf nahi mungkar. 

Seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran perempuan dalam masyarakat semakin meningkat. Terbukti dengan hadirnya perempuan dakwah semakin mudah diterima dengan jangkauan yang lebih luas. Semangat awal berdirinya Musholla ‘Aisyiyah sebagai pusat ruang terbuka ramah perempuan, untuk memperkuat dan memperluas kiprah dakwah perempuan berkemajuan masih sangat terasa spiritnya, seperti yang terasa dalam kegiatan-kegiatan para Ibu bersama remaja putri di Musholla ‘Aisyiyah Suronatan, Ngampilan Kota Yoyakarta.

Musholla ‘Aisyiyah Suronatan adalah amal usaha Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Suronatan yang dipimpin oleh Nurokhmiyati,S,Ag. Penanggungjawab penyelenggara kegiatannya adalah Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PRA dengan ketuanya Rahmah. Dan sudah memiliki struktur takmir khusus Musholla ‘Aisyiyah yang diangkat oleh PRA dengan ketuanya Hj. Jahiroh.

Jahiroh, Ketua takmir Musholla ‘Aisyiyah Suronatan menuturkan bahwa MA Suronatan memiliki beragam kegiatan yang tidak hanya  bisa dimanfaatkan oleh para ibu dan remaja putri di sekitar Suronatan tetapi juaga dari kampung sekitarnya seperti Kauman dan Notoprajan.

Selain dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan rutin dan insidental PRA Suronatan, musholla tersebut menggelar beragam kegiatan yang sarat manfaat mulai dari Sholat berjama’ah Maghrib, Isya’, dan Shubuh saat para ibu dan remaja perempuan yang bekerja telah kembali pulang ke rumah, pengajian bakda Shubuh tiap Jum’at dan Ahad pagi, tadarus al-Qur’an bakda maghrib, tadarus al-Kahfi al Mulk dan As-Sajdah tiap malam Jum’at bakda Isya’.  

Selain itu MA Suronatan juga dimanfaatkan untuk acara kampung seperti pertemuan RT, sosialisasi penyuluhan berbagi info-info dari kelurahan dan lain sebagainya.

Kegiatan di Musholla ‘Aisyiyah Suronatan semakin semarak pada Bulan Ramadhan seperti pada Ramadhan 1447 H tahun ini. Selain acara rutin, ada acara pengajian menjelang berbuka bersama, tarawih dan pengajian bakda tarawih serta pengajian bakda Shubuh, juga pengajian khusus setiap malam Ahad. Shalat berjama’ah dan pengajian-pengajian tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi para muballighat perempuan berkemajuan Suronatan, para Ibu dan remaja putri untuk meningkatkan kemampuannya dalam bertabligh maupun dalam mengelola kegiatan untuk memakmurkan Musholla ‘Aisyiyah tercintanya.

Untuk memperkaya pengalaman para penggiatnya dalam pengajian malam Ahad Ramadhan kali ini menghadirkan muballighat dari luar baik dari PCA, PDA, PWA maupun PP ‘Aisyiyah, seperti tahun ini mengundang Ibu Dewi Masyitho,S.Ag,M.Ag.(Wakil Sekretaris MTK PP ‘Aisyiyah), Fenny Dwi Andayani,S.Pd.,M.Psi (Wakil Sekretaris PDA Kota Yogyakarta/Sekretaris Eksekutif kantor PP ‘Aisyiyah), Dra. Luluk Fuadah (Wakil Sekretaris MTK PDA Kota Yogyakarta) dan Saffana Intani,S.Si. (Sekretaris MTK PDA Kota Yogyakarta/anggota Divisi Pengajian & Muballighat MTK PWA DIY) untuk bersama-sama belajar, berbagi ilmu dan pengalaman.

Seiring berjalannya waktu, Jahiroh berharap ke depan Musholla ‘Aisyiyah Suronatan bisa menggelar Sholat berjama’ah lima waktu penuh. Selain  itu juga ingin melanjutkan kegiatan lama yang sempat terhenti karena pandemi dan juga tingkat partisipasi jamaah yang belum sesuai harapan. Yaitu kajian tafsir Al-Qur’an, yang sekarang baru sedang digodog metodenya dengan harapan mendapat dukungan penuh jama’ah agar dapat menyimak kajian dengan penuh minat.

(S. Intani)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, Dan....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Delapan tim Mini Soccer akan bertanding selama tiga hari di Sunggumin....

Suara Muhammadiyah

13 March 2026

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah telah banyak melahirkan amal usaha di banyak tempat,....

Suara Muhammadiyah

28 January 2026

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Tindak lanjuti MOU PP Aisyiyah bersama Kemenkes tentang penghapusan pra....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Suasana semangat dan penuh kehangatan terasa sejak awal pelaksanaan pe....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah