NA Perkokoh Perannya di Tiga Dimensi Kepemimpinan Berbeda

Suara Muhammadiyah

6 September 2025

922
Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah

Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah

SERANG, Suara Muhammadiyah - Pada Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah (NA) edisi Banten, Muhammad Asrorun Ni’am Sholeh, Staff Ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga RI mengatakan bahwa posisi dan peran perempuan dalam Islam sangat istimewa. Dimana perempuan dengan karakter tangguh dapat menjadi penopang kesuksesan dakwah organisasi dan masyarakat. 

Baginya, setiap individu memiliki peran strategis. Tuhan menciptakan manusia dengan perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan bukan untuk mendiskreditkan salah satu dan kemudian meninggikan yang lain. Melainkan untuk membagi tanggung jawab dan peran, baik di ranah domestik maupun publik. Dimana kepemimpinan yang terjalin diharapkan bersifat saling membantu dan memahami, bukan hirarkis. 

Menurutnya ada tiga dimensi kepemimpinan dalam siklus kehidupan manusia, dan semuanya dapat dimasuki perempuan. Pertama, kepemimpinan individu. Prinsip dasar dari kepemimpinan ini adalah, bahwa setiap orang menanggung beban kepemimpinan di pundaknya. Kepemimpinan model ini bukan semata soal kekuasaan, tapi lebih pada bagaimana setiap individu memberikan dampak dan pengaruhnya kepada masyarakat.

"Dengan demikian, semakin kreatif seorang individu, maka sejauh itu pula ia akan mampu menjalankan Kepemimpinan yang efektif," ujarnya. 

Kedua, kepemimpinan domestik. Kepemimpinan ini bertujuan untuk mempertahankan siklus kehidupan dalam rumah tangga. Kepemimpinan ini mengatur tentang bagaimana tanggung jawab pengasuh anak, tanggung jawab pemenuhan kebutuhan keluarga, finansial planning keluarga, kesehatan anggota keluarga, dan lain sebagainya. Inti dari kepemimpinan model ini adalah tentang bagaimana saling memahami dan memberi pengertian serta merealisasikan tanggung jawab dengan penuh kesadaran. 

Ketiga, kepemimpinan publik. Sebagaimana organisasi perempuan muda, NA sejatinya  menjadi wadah perkaderan calon pemimpin bangsa. Berorientasi pada perjuangkan untuk radius yang lebih luas, yakni menyerap aspirasi dan mewujudkan cita-cita orang banyak.

"Kepemimpinan model ini mendorong individu memahami orang yang berbeda. Membangun respect dan memahami gagasan orang lain. Ketika kita beranggapan bahwa ide dan gagasan kita lebih baik, tidak menutup kemungkinan bahwa ide orang lain jauh lebih baik. Maka muncullah open minded," tegasnya.

Di akhir orasinya, Ni'am berharap melalui Tanwir NA kali ini dapat menyatukan gagasan untuk kepentingan bersama. "Sukses selalu untuk NA, teruslah berkhidmat kepada bangsa dan masyarakat," tutupnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MPKU Muhammadiyah Terima Apresiasi Bappenas–UNFPA, Perkuat Peran dalam Kesehatan Reproduksi Na....

Suara Muhammadiyah

1 May 2026

Berita

Tim PkM Gelar Pelatihan Operasional dan Maintenance Mesin Pengolahan Padi  BATANG, Suara Muham....

Suara Muhammadiyah

14 August 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Indonesia merupakan negara maritim dengan komoditas ikan yang tergolong....

Suara Muhammadiyah

25 September 2024

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Dr. Aslam Nur. MA resm....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Berita

Gelar Seminar Kesehatan Pelajar Muhammadiyah JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam Rangka meningkatka....

Suara Muhammadiyah

23 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah