Nakes Berjuang di Wilayah Terdampak Gempa NTT, Muhammadiyah Sigap Kirim Tim Medis

Suara Muhammadiyah

19 August 2026

413
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Tim Kesehatan Muhammadiyah mendampingi dr. Melinda dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Pendampingan dilakukan setelah permintaan bantuan dr. Melinda beredar di media sosial terkait keterbatasan tenaga kesehatan dalam menangani banyaknya pasien pascagempa.

Di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, dr. Ibrahim Sengaji, Muhammadiyah merespons kebutuhan tersebut dengan menerjunkan satu dokter dan dua perawat untuk membantu pelayanan kesehatan di Puskesmas Dampek.

Salah satu tenaga medis yang diterjunkan, dr. Baim, mengatakan tim Muhammadiyah telah bergerak sejak hari pertama setelah gempa terjadi. Bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere, tim berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA. Setibanya di Mbay, tim langsung melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang berada di wilayah perbukitan menyusul adanya informasi potensi tsunami.

“Kemudian besoknya kami melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada. Kami membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay, kemudian melanjutkan ke Riung dan berkoordinasi dengan PDM dan PDA Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana,” ujar dr. Baim.

Dalam perjalanan menuju Manggarai Timur, tim juga menemukan kondisi sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah. Sepanjang perjalanan, tim membawa logistik dan obat-obatan dalam jumlah terbatas karena kondisi akses yang cukup berbahaya. Setibanya di wilayah Manggarai Timur, tim menemukan sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan masyarakat membutuhkan bantuan kesehatan.

Tim kemudian memberikan pertolongan kepada warga, termasuk membantu membersihkan luka dan melakukan tindakan medis seperti penjahitan luka. Pada malam harinya, saat berada di wilayah Pota, tim memperoleh informasi mengenai dr. Melinda yang harus menangani banyak pasien secara mandiri di Puskesmas Dampek.

“Setelah ada berita di grup IDI bahwa dr. Melinda menangani sendiri dengan begitu banyak pasien, keesokan paginya kami bergeser ke Dampek untuk membantu dr. Melinda dengan satu dokter dan dua perawat,” ujar dr. Baim.

Hingga saat ini, tim kesehatan Muhammadiyah masih mendampingi pelayanan di Puskesmas Dampek. Selain memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut, tim juga melakukan evakuasi terhadap pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Tiga pasien dengan kondisi fraktur telah dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Borong.

Kehadiran tim kesehatan Muhammadiyah menjadi bagian dari respons kemanusiaan MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah untuk mendukung masyarakat terdampak gempa di wilayah Flores. Tim akan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan pihak terkait di lapangan agar kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat ditangani sesuai kondisi dan kebutuhan.(*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KAMPAR, Suara Muhammadiyah – Indonesia mengalami transformasi digital dalam semua aspek, terut....

Suara Muhammadiyah

26 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Ta....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah — Dua puluh enam tahun lalu, Fajar Riza Ul Haq datang ke Goronta....

Suara Muhammadiyah

18 August 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Universiti Muhamma....

Suara Muhammadiyah

22 February 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah -  Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)  kembali menjadi tua....

Suara Muhammadiyah

6 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah