Nasib Indonesia 2045 Ada di Pundak Anak Muda; Emas atau Cemas?

Suara Muhammadiyah

21 August 2026

369
Prof Dr Irwan Akib, MPd

Prof Dr Irwan Akib, MPd

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Indonesia merupakan negara yang sangat beragam. Pelbagai adat istiadat, budaya, bahasa, agama, golongan, dan ras hidup secara kolateral. Menurut Irwan Akib, keberagaman tersebut tersimpul dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika.”

“Kalau keragaman, kalau kebinekaan itu kita rawat sedemikian rupa dengan kolaborasi yang apik, maka kita optimis bisa masuk pada Indonesia Emas 2045,” ujar Irwan Akib.

Satu sisi, muncul problematik di permukaan. Andai keragaman itu tidak terawat sebagaimana semestinya, maka dapat dipastikan Indonesia Emas 2045 hanya jauh panggang dari api.

“Mari kita mencoba memperluas menjadi kolaborasi di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhinneka ini. Kita rawat sedemikian rupa menjadi cantik,” ajak Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Hal demikian itu bisa dilakukan dengan langkah kecil, tapi berdampak. Di antaranya melahirkan kreativitas-kreativitas dan inovasi-inovasi yang baru lagi menarik.

“Ada punya impian yang luar biasa, kemudian mewujudkan dengan berbagai kreativitas dan inovasi yang luar biasa,” beber Irwan, Kamis (20/8) saat membuka Moehi National Competition (Monaco #11) di Graha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Jika segenap generasi muda melakukan kolektivisasi dalam konteks yang seperti itu, Irwan meyakini cita-cita akbar Indonesia Emas 2045 bisa digapai.

“Optimis kita bisa capai. Dan itu semua berada di tangan ananda semua,” ucapnya optimis. Bukan sebaliknya, sesuatu yang tidak diharapkan. “Indonesia kecemasan,” celetuknya.

Diaksentuasi Irwan di sini, kreativitas menjadi sangat esensial. Baginya, orang yang memiliki kreativitas, bisa mencandra pelbagai hal yang bisa dikembangkan menjadi gagasan dan solusi bagi aneka persoalan.

“Orang yang kreatif itu mampu melihat banyak jendela. Orang kreatif mampu melihat cahaya dari berbagai jendela yang ada. Dia mampu melihat, membuka jendela-jendela yang ada itu,” tegasnya.

Yang paling fundamentalnya lagi, generasi muda hari ini seyogyanya berani berekspansi melakukan sesuatu sebelum orang lain sempat memikirkannya. Menurutnya, hal demikian itulah menjadi sisi distingsi antara mereka yang sekadar mengikuti arus dan mereka yang mampu menciptakan perubahan.

“Mari terus melahirkan kreativitas, melahirkan inovasi dan tidak kalah pentingnya kemampuan kita beradaptasi dengan perkembangan yang ada, sehingga kemudian kitalah yang menentukan bagaimana masa depan Indonesia,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Ribuan wisudawan memenuhi Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pa....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Aula Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat dipenuhi semangat perubah....

Suara Muhammadiyah

1 February 2026

Berita

LAMTENG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar Menengah & Pendidikan Non Formal (Majelis....

Suara Muhammadiyah

18 August 2025

Berita

PAREPARE, Suara Muhammadiyah - Selamat, Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) mengukuhkan dua do....

Suara Muhammadiyah

2 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Penulis buku produktif sekaligus Dosen PBSI FKIP Uhamka, Hendra ....

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah