YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Keberadaan Nasyiatul Aisyiyah dipandang memiliki posisi yang dalam konteks perjuangan dakwah perempuan-perempuan muda Muhammadiyah.
“Jadi tidak hanya sekadar berkumpulnya para perempuan-perempuan muda, tetapi tentunya juga tempat berseminya kader-kader,” ungkap Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.
Karena tujuan utamanya dari Nasyiatul Aisyiyah adalah penyiapan kader-kader masa depan. Pada saat yang sama, juga menjadi laboratorium kepemimpinan penyiapan para pemimpin.
Demikian disampaikan Salmah saat Ta’aruf PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030 di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Jumat (2/10).
“Kami berharap di tangan kader-kader Nasyiah hari ini akan menjadi wajah gerakan perempuan muda Muhammadiyah, untuk masa depan bangsa Indonesia, masa depan kaum perempuan ini akan menjadi dibentuk dan menjadi lebih baik,” tuturnya.
Secara khusus, Salmah mengingatkan, berorganisasi di Nasyitaul Aisyiyah sebagai manifestasi otentik dakwah perjuangan di Persyarikatan untuk membekali diri dengan amal saleh.
“Amal saleh yang Insya Allah Allah menyertainya sebagai bekal kita kelak menuju ke alam yang sesungguhnya, kehidupan yang lama, kehidupan di akhirat,” katanya.
Salmah juga berpesan kepada kader Nasyiatul Aisyiyah agar, pertama, memperkuat kaderisasi. Seluruh pimpinan dan kader Nasyiatul Aisyiyah tidak sekadar menjalankan program, bersamaan dengan itu kaderisasi perlu diperkuat karena itu menjadi kunci utamanya.
“Jadi tidak hanya menjalankan program, karena periodenya 4 tahun itu sangat sebentar. Sehingga dalam waktu yang hanya 4 tahun ini selain menyusun program yang bagus, harus juga mempersiapkan kaderisasi,” ujarnya.
Kedua, berorientasi menjalankan dakwah. Sebagaimana ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, “Itu gerakan dakwah Islam,” sebut Salmah. Sehingga setiap derap langkah Nasyiatul Aisyiyah perlu diarahkan untuk memperkuat dakwah serta menghadirkan kemanfaatan bagi umat.
“Dan gerakan dakwah ini harus relevan dengan generasi dan zamannya, gerakan dakwah yang kontekstual, yang sesuai ya dengan kondisi sekarang ini,” tegasnya.
Ketiga, memperkuat kemandirian. Bagi Salmah, Nasyiatul Aisyiyah ketika hendak bergerak lebih luas spektrum dakwahnya, kemandirian mesti diperkuat. Kenapa demikian?
“Ini menjadi sangat penting untuk keberlanjutan organisasi Nasyiatul Aisyiyah. Dan tentu saja juga 'Aisyiyah. Ya walaupun tidak mudah, tetapi harus terus diupayakan,” tekannya, menyebut penguatan kemandirian cakupan variabelnya sangat beragam. “Terutama juga kemandirian dalam bidang ekonomi,” terang Salmah. (Cris)

