Nasyiatul Aisyiyah, Laboratorium Kaderisasi dan Perjuangan Perempuan Muda Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

3 October 2026

140
Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Abyan

Dr Apt Hj Salmah Orbayinah, MKes. Foto: Abyan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Keberadaan Nasyiatul Aisyiyah dipandang memiliki posisi yang dalam konteks perjuangan dakwah perempuan-perempuan muda Muhammadiyah.

“Jadi tidak hanya sekadar berkumpulnya para perempuan-perempuan muda, tetapi tentunya juga tempat berseminya kader-kader,” ungkap Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Karena tujuan utamanya dari Nasyiatul Aisyiyah adalah penyiapan kader-kader masa depan. Pada saat yang sama, juga menjadi laboratorium kepemimpinan penyiapan para pemimpin.

Demikian disampaikan Salmah saat Ta’aruf PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030 di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Jumat (2/10).

“Kami berharap di tangan kader-kader Nasyiah hari ini akan menjadi wajah gerakan perempuan muda Muhammadiyah, untuk masa depan bangsa Indonesia, masa depan kaum perempuan ini akan menjadi dibentuk dan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Secara khusus, Salmah mengingatkan, berorganisasi di Nasyitaul Aisyiyah sebagai manifestasi otentik dakwah perjuangan di Persyarikatan untuk membekali diri dengan amal saleh.

“Amal saleh yang Insya Allah Allah menyertainya sebagai bekal kita kelak menuju ke alam yang sesungguhnya, kehidupan yang lama, kehidupan di akhirat,” katanya.

Salmah juga berpesan kepada kader Nasyiatul Aisyiyah agar, pertama, memperkuat kaderisasi. Seluruh pimpinan dan kader Nasyiatul Aisyiyah tidak sekadar menjalankan program, bersamaan dengan itu kaderisasi perlu diperkuat karena itu menjadi kunci utamanya.

“Jadi tidak hanya menjalankan program, karena periodenya 4 tahun itu sangat sebentar. Sehingga dalam waktu yang hanya 4 tahun ini selain menyusun program yang bagus, harus juga mempersiapkan kaderisasi,” ujarnya.

Kedua, berorientasi menjalankan dakwah. Sebagaimana ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah, “Itu gerakan dakwah Islam,” sebut Salmah. Sehingga setiap derap langkah Nasyiatul Aisyiyah perlu diarahkan untuk memperkuat dakwah serta menghadirkan kemanfaatan bagi umat.

“Dan gerakan dakwah ini harus relevan dengan generasi dan zamannya, gerakan dakwah yang kontekstual, yang sesuai ya dengan kondisi sekarang ini,” tegasnya.

Ketiga, memperkuat kemandirian. Bagi Salmah, Nasyiatul Aisyiyah ketika hendak bergerak lebih luas spektrum dakwahnya, kemandirian mesti diperkuat. Kenapa demikian?

“Ini menjadi sangat penting untuk keberlanjutan organisasi Nasyiatul Aisyiyah. Dan tentu saja juga 'Aisyiyah. Ya walaupun tidak mudah, tetapi harus terus diupayakan,” tekannya, menyebut penguatan kemandirian cakupan variabelnya sangat beragam. “Terutama juga kemandirian dalam bidang ekonomi,” terang Salmah. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SIMALUNGUN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara sukses menggel....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Berita

Cerpen Soegiyono MS Umi Salamah seorang nenek tua renta hidup sebatang kara. Anak-anaknya, masing-m....

Suara Muhammadiyah

22 November 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 130 siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo di Hotel mengikuti pros....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada Jumat, 19 Januari 2024, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Salah satu siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu (SDMT) ....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah