Nasyiatul Aisyiyah Tegaskan Tolak Politik Uang

Suara Muhammadiyah

15 October 2023

1503
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Endang Wihdatiningtyas, anggote Dewan Kehormatan Dewan Penyelenggara Pemilu tahun 2012-2017, membawa hasil riset dari Lembaga Survey Indonesia (LSI) dan Lembaga Penelitian Founding Father House (FFH) yang menunjukkan tren yang mencemaskan. Pada pemilu 2019, 48% masyarakat menganggap politik uang sebagai hal biasa. Pada Pilkada 2020, sekitar 21,9% responden pernah ditawari uang atau barang untuk memilih calon tertentu, dan 22,7% mengaku ditawari imbalan serupa pada pemilihan bupati/walikota. Bahkan, dalam kurun waktu 2010-2016, masyarakat yang setuju dengan politik uang mengalami fluktuasi yang signifikan.

Menurut Endang, Nasyiatul Aisyiyah dapat mengambil banyak peran strategis dalam pelaksanaan pemilu serentak 2024. Pertama, memilih menjadi pemilih cerdas dengan memperhatikan visi misi Partai, mencatat rekam jejaknya, kapasitas dan kapabilitasnya, program-programnya dan membuat pakta integritas dengan caleg.

“Kedua, menjadi peserta pemilu dengan menjadi salah satu calon legislatif, atau calon DPD atau calon kepala daerah. Ketiga, menjadi penyelengggara pemillu di semua tingkatan. Keempat, menjadi pemantau pemilu,” jelas Endang dalam sesi Forum Warga Sosialisasi Pengawasan Partisipatif untuk Sukses Pemilu 2024, Sabtu (14/10)  dalam serangkaian kegiatan Konsolidasi Organisasi Nasyiatul Aisyiyah yang dilaksanakan di BBPPMPVSB Yogyakarta.

Banyaknya pelanggaran pemilu, kata Endang, aktornya adalah penyelenggara pemilu, peserta pemilu, bahkan juga pengawas pemilu.

“Maka dari itu masih diperlukan pengawasan dari masyarakat seperti Nasyitaul Aisyiyah bagian dari masyarakat netral. Karena pada dasarnya pengawasan pemilu tidak menjangkau pelanggran sampai pada titi-titik yang sulit dijangkau,” imbuh Endang. 

Sebagai gerakan perempuan muda  terbesar di Indonesia, Nasyiatul Aisyiyah memanfaatkan kesempatan ini untuk menegaskan posisinya sebagai komunitas yang menentang keras praktik politik uang. Nasyiatul Aisyiyah  melihat politik uang sebagai langkah awal menuju perilaku koruptif dan ingin memainkan peran aktif dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap hal ini. 

Dengan pemilu serentak 2024 yang semakin mendekat, Nasyiatul Aisyiyah  bertekad untuk mengambil tindakan nyata dalam memerangi politik uang dan memastikan bahwa demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan lebih bersih dan transparan. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pameran literasi dan seni atau Liter(art)si yang digelar Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Musypimda PDM Kota Pekalongan tahun 2025 yang digelar di K....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 17 Sekolah di Provinsi Aceh terima Dana Program Save....

Suara Muhammadiyah

28 June 2025

Berita

Faizal, Ketua Dana Pensiun Pegawai Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) sekaligus Ketua....

Suara Muhammadiyah

28 May 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Air Minum Dalam Kemasan Suli - 5 dilaunching. Air minum kemasan siap dig....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah