Muhammadiyah Perlu Menginternasionalisasikan Gerakan Kemanusiaan

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

1142
Drs Hajriyanto Y Thohari, MA. Foto: Eksanda Naufal Amar Alimuddin

Drs Hajriyanto Y Thohari, MA. Foto: Eksanda Naufal Amar Alimuddin

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah mesti melakukan internasionalisasi gerakan kemanusiaan. Kata Hajriyanto Y Thohari, Pengamat Timur Tengah, gerakan kemanusiaan sebagai gerakan filantropisme dan volunterianisme (kerelawanan).

"Itu perlu ditumbuhkan. Kenapa demikian? Memang dunia ini banyak mengalami terjadinya bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial," tuturnya saat Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah ke-3, Jumat (27/6) di Wonder Park Resort Lawu Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Bahkan dengan gamblang Hajriyanto menyebut, filantropisme dan volunterianisme sebagai salah satu ujung tombak internasionalisasi Muhammadiyah di bidang kemanusiaan. Maka dari itu, Muhammadiyah harus mempersiapkan diri berperan lebih baik lagi.

"Karena organisasi Islam terbesar di dunia Islam," ungkapnya. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari organisasi Islam terkaya di dunia. "Nomor 4 itu Muhammadiyah. Dan satu-satunya Islam, yang lainnya itu Kristen dan Katolik," ujarnya.

Karena itu, Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyebut bahwa Muhammadiyah sangat dinantikan peran besarnya oleh masyarakat luas. Karena masyarakat memandang, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern, organisasi sosial, organisasi dakwah, dan lainnya lagi.

"Muhammadiyah itu andalan. Maka, dia harus melakukan internasionalisasi gerakan kemanusiaan ini," katanya.

Hajriyanto menekankan, internasional gerakan kemanusiaan ini sangat penting untuk memberikan bantuan kemanusiaan di berbagai tempat. "Karena Muhammadiyah ini satu-satunya organisasi di dunia yang mulai tampil dengan wajah kemanusiaan," tegasnya.

Ditambahkan lagi oleh Hajriyanto, gerakan kemanusiaan bukan hanya tetap aktual, melainkan tetap urgen. Ada beberapa kondisi obyektif antara lain perang dan bencana alam (disaster), pengungsi akibat perang; Palestina, Rohingnya, Afrika, the right for return. "Termasuk pengungsi akibat bencana alam," imbuhnya.

Hajriyanto menaruh harapan besar kepada MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), sebagai pewaris terbaik ideologi Ahmad Dahlan. Kuncinya, beberapa Hajriyanto, dengan melakukan kolaborasi. "Kooperasi, aliansi, asosiasi dengan ketua pihak: sesama gerakan kemanusiaan," tukasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

UK, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalin kerja sama de....

Suara Muhammadiyah

25 August 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah akan menggelar Jam....

Suara Muhammadiyah

20 June 2026

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Dahnil Anzar Sim....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Ketua PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI....

Suara Muhammadiyah

22 April 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung membangun kerja sama melal....

Suara Muhammadiyah

11 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah