NGABARI UMKM Jawa Tengah di Purbalingga, Ruang Kolaborasi Membangun Kemandirian Ekonomi

Suara Muhammadiyah

9 October 2026

94
LP UMKM Jawa Tengah

LP UMKM Jawa Tengah

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan lebih dari sekadar modal usaha. Literasi, pendampingan, inovasi produk, serta jejaring antarpelaku usaha menjadi faktor penting untuk mendorong UMKM tumbuh dan mandiri. Semangat inilah yang diusung dalam kegiatan NGABARI UMKM (Ngopi, Ngobrol, Urun Rembug, Diskusi UMKM) di Purbalingga. 

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi pegiat UMKM, organisasi Muhammadiyah, komunitas literasi, dan berbagai elemen masyarakat untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah bersama dalam mengembangkan usaha. 

Sejumlah narasumber hadir untuk memperkaya perspektif, yakni Khafid Sirotudin dari Lembaga Pengembangan (LP) UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ketua Pusat Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Jawa Tengah, serta Riza Ahzra dari Rumah Mocaf Indonesia. 

Khafid Sirotudin, Ketua LP UMKM PWM Jawa Tengah mengatakan bahwa persoalan UMKM bukan semata-mata soal modal. Melainkan sejauh mana pelaku usaha memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemampuan untuk mengembangkan usahanya.

Menurutnya, banyak UMKM tumbuh di tengah masyarakat, tetapi tidak semuanya memiliki keberanian untuk naik kelas. Karena itu, kemampuan literasi menjadi sangat urgen bagi para pelaku UMKM. Hal ini penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. 

Menurutnya, forum NGABARI UMKM dapat menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa pelaku usaha tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara organisasi, komunitas, lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. 

Ketua Pusat BTM Jawa Tengah menegaskan, pembiayaan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pelaku UMKM. Namun, pembiayaan perlu diiringi dengan perencanaan usaha yang matang. Dengan begitu, modal yang diperoleh tidak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi benar-benar menjadi penggerak pertumbuhan usaha. 

Ia menekankan pentingnya peran Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) dalam memperkuat akses layanan keuangan bagi pelaku usaha, sekaligus membangun budaya usaha yang sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, kolaborasi antara komunitas literasi dan pelaku UMKM dapat membuka ruang belajar bersama. Taman pustaka dan komunitas baca dapat menjadi simpul pengembangan pengetahuan, sehingga literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi hadir sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Riza Ahzra, dari Rumah Mocaf Indonesia mengatakan produk lokal tidak boleh hanya berhenti sebagai komoditas, tetapi perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. 

Ia menilai pengembangan UMKM berbasis potensi lokal membutuhkan kerja sama dari hulu hingga hilir, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perluasan jaringan distribusi. Dengan langkah tersebut, UMKM dapat menciptakan peluang ekonomi sekaligus memperkuat potensi daerah.

Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai pengalaman dan pendekatan dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat. Mulai dari penguatan kelembagaan dan akses pembiayaan, pengembangan literasi, hingga inovasi produk berbasis potensi lokal.

Melalui forum yang dikemas dalam suasana santai dan dialogis, NGABARI UMKM diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi berkembang menjadi wadah kolaborasi yang melahirkan gagasan dan aksi nyata. Pertemuan antarkomunitas dan organisasi ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring pemasaran, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memperkuat dukungan terhadap UMKM lokal.

 

Lebih dari sekadar ngopi dan berbincang, NGABARI UMKM membawa semangat urun rembug: setiap pihak memiliki pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya yang dapat dibagikan untuk kemajuan bersama. 

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM milik warga Muhammadiyah diharapkan semakin berdaya, mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah, serta berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr apt Salmah Orbayinah,....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Nasyiatul 'Aisyiyah (PWNA) Sumatera Utara menggelar "Se....

Suara Muhammadiyah

29 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Founder dan Chairman Peacesantren Welas Asih Irfan Amalee menega....

Suara Muhammadiyah

12 May 2025

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - (MPI) l Pimpinan Cabang Aisyiyah simpang empat menggelar musycab ke - 3....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah –  Halal bihalal pasca Ramadan tradisi khas masyarakat muslim In....

Suara Muhammadiyah

20 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah