Ngaji Kata, Menjelajah Dunia

Publish

10 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
77
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Ngaji Kata, Menjelajah Dunia: Pesan Abdul Mu’ti kepada Santri agar Berani Bermimpi dan Menulis

Oleh: Hendra Apriyadi, Dosen PBSI FKIP Uhamka / Anggota Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah 

Membaca adalah jendela untuk menjelajahi dunia. Melalui membaca, seseorang dapat menemukan ide, memperluas wawasan, bahkan mewujudkan mimpi untuk menjelajah berbagai belahan dunia. Karena itu, jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari desa. Justru dari desa pun seseorang bisa melahirkan mimpi besar dan menjadikannya kenyataan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, saat memberikan inspirasi kepada para santri pondok pesantren Zaenab Masykur Muhammadiyah di Kab Tegal pada 08/03/2026. Ia menekankan pentingnya prinsip “Ngaji Kata”, yaitu menjadi pembaca yang baik, kritis, dan cerdas. Dengan membaca secara kritis, seseorang dapat merangkai kata dan melahirkan karya yang mampu membawa penulisnya menjelajah dunia.

Abdul Mu’ti mencontohkan kisah inspiratif Andrea Hirata, seorang novelis yang berasal dari lingkungan sederhana dan pernah menempuh pendidikan di sekolah Muhammadiyah. Melalui karya-karyanya, Andrea Hirata dikenal luas hingga mancanegara. Ia menulis trilogi terkenal, yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor, yang kemudian menginspirasi banyak anak Indonesia untuk berani bermimpi besar.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga menyinggung karya besar Ahmad Tohari, yang menulis trilogi  yaitu Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Karya-karya sastra seperti ini menunjukkan bahwa sastra Indonesia memiliki kekuatan besar untuk dikenal di tingkat dunia.

Menurut Abdul Mu’ti, siapa pun dapat menjadi penulis hebat jika memulai dari langkah sederhana. Ia mengajak para santri untuk mulai menulis dari kalimat yang sederhana, kemudian berkembang menjadi tulisan yang lebih kompleks. Setelah itu, mereka dapat belajar menulis opini dan argumentasi dengan mengamati berbagai peristiwa di sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga mempraktikkan secara langsung cara menulis sederhana kepada para santri. Ia mencontohkan bagaimana menemukan ide dari pengamatan, memahami peristiwa, lalu menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Ia juga mengenang masa lalunya ketika pertama kali belajar menulis. Saat masih sekolah, ia mulai menulis untuk majalah dinding di sekolah. Ketika duduk di kelas satu hingga kelas tiga Tsanawiyah, ia pernah menulis puisi dan mengirimkannya ke sebuah radio agar dibacakan oleh penyiar sehingga dapat didengar oleh masyarakat luas. Dari pengalaman kecil itulah kecintaannya pada dunia menulis terus tumbuh.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa menulis bukan hanya sarana berkarya, tetapi juga dapat menjadi terapi bagi kesehatan mental. Dengan menulis, seseorang dapat mengekspresikan perasaan, mengurangi beban pikiran, dan berbagi pengalaman kepada orang lain. Karena itu, ia mengajak para santri untuk tidak memendam perasaan sendiri, tetapi menuliskannya dalam karya yang bermanfaat.

Ia juga memberikan contoh tokoh lain, yaitu Hajriyanto Yasin Thohari, yang pernah menjadi Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. Hajriyanto dikenal aktif menulis di harian Suara Merdeka. Konsistensinya dalam menulis mengantarkannya menjadi penulis yang disegani dan bahkan pernah menjabat sebagai Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Lebanon.

Abdul Mu’ti sendiri mengaku bersyukur karena konsisten menulis di Suara Merdeka.

 Baginya, proses belajar, berusaha, dan terus menulis menjadi perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkannya hingga dipercaya menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Ia pun memberikan pesan kepada para santri agar tidak pernah takut salah dan tidak mudah pesimis. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang terpenting adalah tetap bersemangat, terus belajar, dan berusaha memperbaiki diri.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga mendorong para santri untuk mengikuti perkembangan zaman, mampu membaca tren, serta menguasai bahasa Inggris agar dapat bersaing di tingkat global.

Di akhir penyampaiannya, Abdul Mu’ti mengucapkan terima kasih kepada Suara Merdeka yang telah menyelenggarakan kegiatan yang selaras dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kabupaten Tegal atas dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Ia berharap gerakan santri menulis dapat terus berkembang dan dikawal dengan baik, sehingga lahir generasi santri yang gemar membaca, menulis, serta mampu menginspirasi dunia melalui karya-karya yang hebat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Guru dan Tuntutan Profesionalitas Oleh: Amalia Irfani, Sekretaris LPM PWM Kalbar, Dosen IAIN Pontia....

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

Wawasan

Kesunyian Semesta dan Isyarat Al-Qur'an: Benarkah Kita Sendirian di Alam Semesta? Penulis: Donny Sy....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Wawasan

Catatan Milad ke-112 Muhammadiyah Sulawesi Selatan: Terima Kasih Pangkep! Oleh: Haidir Fitra Siagia....

Suara Muhammadiyah

1 January 2025

Wawasan

Oleh: Prof Dr Abdul Mu’ti, MEd Transformasi nilai ibadah qurban merupakan bagian dari upaya u....

Suara Muhammadiyah

15 May 2025

Wawasan

Mengenali Fatwa Tarjih Muhammadiyah Oleh: Prahasti Suyaman Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekn....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah