Pahlawan Tanpa Rupa Tanpa Suara

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

2153
Doc. Kemensos

Doc. Kemensos

Oleh: Dr M Samson Fajar, MSosI

Berbicara tentang kepahlawanan dalam SeratKridhawasita yang beriskan piwulang dalam menjalani hidup pada zaman penjajahan dan tuntunan untuk hidup dengan baik. Selain itu banyak indikator nilai kepahlawanan yang dapat diambil dari Serat kridhawasita seperti kutipan di bawah ini :  “ yèku kanggo mitulungi sanak sadulur kataman susah kang tan bisa mèngèng ajadadak pêpetungan cukêng rêngkêng binuwang”. “Yaitu untuk menolong sanak saudara yang sedang mendapatkan kesusahan hingga hidupnya susah dan tidak mampu tidak usah banyak perhitungan segala syarat disingkirkan”.

Kutipan tersebut menjelaskan bahwa ketika kita menolong orang lain kita harus ikhlas. Nilai kepahlawanan bukan hanya sifat heroik di medan pertempuran namun sikap menolong sesama dengan ikhlas juga merupakan sikap kepahlawanan sesuai dengan indikator nilaikepahlawanan. Menurut Hartono Laras dalam Anri, ada beberapa nilai-nilai yangdapat dirumuskan sebagai sikap seorang pahlawan yaitu, rela berkorban, tanpa pamrih, cinta tanah air, ikhlas dan pantang menyerah dan perbuatan yang didasari ketaqwaan terhadapTuhan Yang Maha Esa.

 Dalam serat tersebut diajarkan menjadi pahlawan itu totalitas, sehingga sering dimaknai pahlawan adalah berasal dari kata pahala dan wan. Artinya orang yang hanya mencari pahala dalam berbuat dan berjuang. Dia tidak berharap apapun dalam perjuanganya, kecuali berharap hanya balasan Allah swt sebagaimana dalam al qur'an : Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 9)

Demikianlah sejatinya seorang pahlawan, dia bukan hanya yang dilegalkan dalam catatan administrasi negara, akan tetapi semua manusia yang memiliki jiwa kepahlawanan adalah seorang pahlawan. Saya menyebut sebagai pahlawan tanpa rupa tanpa suara

Mereka adalah pahlawan sejati, tanpa suara maksudnya tanpa berbicara banyak didepan umum, tanpa dibicarakan orang bahkan tanpa disebut oleh siapapun. Bahkan dirinya tanpa dilihat orang lain, karena tak banyak orang mengenal mereka, karena keikhlasan mereka yang tanpa batas.

Dalam tradisi islam mereka adalah para wali, yang banyak membantu manusia tanpa mendapatkan suara terima kasih ataupun yang lainya. Mereka mungkin orang kecil yang hanya membantu sedikit dalam perjuangan, tapi mereka sudah menghabiskan apa yang mereka punya.

Dalam Muhammadiyah ini diajarkan oleh Kiayai Dahlan dengan sepi eng lambe rame eng gawe demikianlah mental para pahlawan. Sehingga sikap nyah nyoh tanpa keinginan terimakasih, apapun dari siapapun.

Kiai Dahlan menjual semua perabotan rumah tangga untuk membayar guru sekolah, ini menunjukan sikap tanpa suara tanpa rupa, yang dilakukan oleh seorang wali Allah SWT. Sulit diterima nalar dalam kehidupan, manusia yang menghabiskan harta untuk umat, inilah pahlawan sejati.

Dalam kehidupan didesa dan kampung, banyak orang seperti ini, yang membantu masjid, pengajian walau hanya sedikit tapi itu sudah habis habisan mereka. Bahkan mereka rela mewakafkan tanah pekarangan untuk dibangun sekolah atau masjid, lalu mereka memilih tinggal disitu sampai meninggal, mereka pahlawan sejati.

Coba guru guru yang ada dikampung, mereka tak mendapatkan gaji layak, tapi mereka terus istiqamah mengajar. Benar benar pahlawan tanpa tanda jasa, ditengah regulasi menuntut kesejahteraan guru harus dibayar besar.

Hari pahlawan tanggal 10 November menjadi pengingat kita, untuk menyadari bahwa kita semua harus meneladani kepahlawanan para pahlawan kemerdekaan. Maka semua harus ambil bagian menjadi pahlawan walau pahlawan tanpa rupa dan suara. Karena mereka adalah manusia yang menggetarkan arsy Allah SWT seperti Uways al Qarni.

Dr M Samson Fajar, MSosI, Dosen Universitas Muhammadiyah Metro


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Ir Tito Yuwono, ST., MSc., PhD., IPM, Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Wawasan

Dakwah Kreatif Berbasis AI: Amunisi Baru Pelajar Muslim di Era Digital Oleh: Muhammad Althaf Haida....

Suara Muhammadiyah

10 June 2026

Wawasan

Haji dan Zakat: Dua Wajah Kesalehan Umat Oleh: Ijang Faisal, Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah B....

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

Wawasan

Tuah Bangsa; Antara Arogansi Atau Kelemahan Elite Islam Oleh: Saidun Derani, Kyai Kampung mengajar ....

Suara Muhammadiyah

8 September 2025

Wawasan

Menghayati Kebesaran dan Kasih Sayang Allah SWT Oleh: Suko Wahyudi, PRM Timuran Yogyakarta Di anta....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah