Payungi Jadi Contoh Gerakan Komunitas dalam Kajian Kepahlawanan Era Kini

Suara Muhammadiyah

15 November 2025

687
Dharma Setyawan

Dharma Setyawan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kajian bertema “Mewujudkan Kepahlawanan dalam Era Kekinian” yang digelar pada Jumat, 14 November 2025 di Auditorium KH. Ahmad Dahlan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, menghadirkan gagasan penting tentang peran masyarakat dalam membangun kepahlawanan modern. 

Salah satu pemateri, Dharma Setyawan, Perintis Pasar Kreatif Payungi Metro, menyampaikan pengalaman transformasi sosial yang ia bangun dari tingkat kampung. Ia menilai demokrasi yang semakin pragmatis mengharuskan masyarakat menciptakan ruang-ruang alternatif untuk perubahan.

“Kalau kita tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka yang buruk yang menguasai,” ujarnya.

Dharma kemudian memulai gerakan melalui penguatan ekonomi komunitas dengan mendirikan Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) pada 28 Oktober 2018. Pasar kreatif ini dibangun dari modal kepercayaan warga, bahkan memanfaatkan dana kas musholla sebagai suntikan awal. Langkah sederhana tersebut menjadi pemicu tumbuhnya gerakan bersama, hingga Payungi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, seni, dan pemberdayaan.

Tidak berhenti pada kegiatan pasar, Dharma mendorong apa yang ia sebut sebagai pendidikan transformatif berbasis komunitas melalui Payungi University - sebuah ruang belajar nonformal yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat lintas generasi. Program ini menekankan proses belajar yang hidup dari pengalaman warga, bukan berorientasi ijazah.

Lebih jauh, kesejahteraan yang dituju Payungi tidak hanya bersifat material, tetapi juga mental dan spiritual. Melalui kegiatan rutin seperti Pesantren Wirausaha, warga dibina untuk tumbuh berani, mandiri, dan memiliki kesadaran keagamaan yang mendorong aksi sosial. Dharma menilai kombinasi spirit perubahan dan kekuatan ritual inilah yang menjadi fondasi penting membangun komunitas yang tangguh.

“Jika spirit dan ritual bertemu, maka komunitas akan mampu menggerakkan perubahan besar,” tegasnya.

Kisah Payungi yang bermula dari kampung kecil di Metro, kini menjadi contoh bagaimana gerakan ekonomi, pendidikan, dan spiritualitas sosial dapat melahirkan nilai kepahlawanan baru.

(Vivi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Salah satu bukti nyata Muhammadiyah Boarding School (MBS) Zam-Z....

Suara Muhammadiyah

23 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyambut hangat ked....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Intensitas hujan yang cukup tinggi sejak 17 Januari 2024,  m....

Suara Muhammadiyah

24 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma’mun M....

Suara Muhammadiyah

30 May 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Pasca terbitnya UU No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Program Studi Magi....

Suara Muhammadiyah

25 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah