Pemanfaatan PLTS, Mendorong Efisiensi Energi Usaha Roti Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

581
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam penguatan sektor ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada unit usaha roti Muhammadiyah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus dukungan terhadap kebijakan energi ramah lingkungan.

PLTS tersebut mulai beroperasi pada akhir Januari 2026, setelah melalui tahap perencanaan sejak November 2025. Sistem ini dipasang di lokasi produksi usaha roti Muhammadiyah dan menjadi wujud sinergi antara akademisi UMS dengan amal usaha Muhammadiyah dalam mendukung transisi energi terbarukan.

Dosen Program Studi Teknik Elektro UMS, Hasyim Asy’ari, S.T., M.T., menjelaskan bahwa sistem PLTS yang dipasang terdiri atas tiga unit panel photovoltaic (PV) dengan kapasitas masing-masing 585 watt peak (WP). Dengan demikian, total daya terpasang mencapai 1.755 WP. Sistem ini juga didukung inverter hybrid berkapasitas 6,2 kW serta baterai lithium ferro-phosphate berkapasitas 48V 100Ah.

“Dalam beberapa hari awal pengoperasian, energi listrik yang dihasilkan berkisar antara 3,45 hingga 3,67 kWh per hari. Energi ini cukup signifikan untuk mengurangi ketergantungan terhadap listrik PLN dan menekan biaya operasional usaha,” jelas Hasyim saat diwawancarai Kamis, (22/1).

Ia menambahkan bahwa produksi energi PLTS masih dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Intensitas cahaya matahari yang menurun akibat cuaca berawan atau hujan menyebabkan daya listrik yang dihasilkan belum optimal.

“Panel surya sangat bergantung pada intensitas cahaya matahari. Namun dari sisi ketahanan, panel ini memiliki usia pakai hingga 25 tahun, sehingga sangat potensial untuk investasi jangka panjang,” imbuhnya.

Saat ini, PLTS mampu menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan listrik produksi. Sementara itu, mesin produksi roti membutuhkan daya listrik hingga sekitar 2.000 watt. Ke depan, peluang penambahan jumlah panel surya terbuka agar suplai energi listrik dapat lebih maksimal dan efisien.

Selain mendukung efisiensi energi, pemanfaatan PLTS ini juga berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi. Berkurangnya biaya pembayaran listrik PLN diharapkan dapat meningkatkan pemasukan Majelis Ekonomi Muhammadiyah dan memperkuat keberlanjutan usaha.

Pengelola usaha roti Muhammadiyah, Musthofa, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi surya sangat membantu keberlangsungan usaha. “Seluruh peralatan produksi bergantung pada listrik. Dengan adanya PLTS, penghematan biaya operasional sangat terasa dan membantu penguatan usaha,” ujarnya.

Ia juga berharap pemanfaatan energi terbarukan semakin dikenal dan diterapkan secara luas oleh masyarakat. “Energi surya bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi pelaku usaha,” pungkasnya. (Sarah/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Di arena sidang tanwir Muhammadiyah di Kupang, Majelis Pembinaan Kader ....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

Berita

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan, secara resmi membuka seminar Internati....

Suara Muhammadiyah

30 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Hingga saat ini tenaga medis di Indonesia dapat dikatakan masi....

Suara Muhammadiyah

20 August 2024

Berita

Seni Berbicara Positif dan Growth Mindset MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Ikatan Guru Aisyiyah....

Suara Muhammadiyah

30 May 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Setiausaha Bandaraya atau Wakil Walikota IPOH Malaysia, Tuan Haji Ahmad ....

Suara Muhammadiyah

18 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah