PEMBELAJARAN MENDALAM DAN 7 KEBIASAAN ANAK

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

1408
Dok Istimewa

Dok Istimewa

PEMBELAJARAN MENDALAM DAN 7 KEBIASAAN ANAK

Indonesia tengah berhadapan dengan tantangan besar di bidang pendidikan. Akses pendidikan memang semakin meluas, tetapi kualitasnya masih menghadapi persoalan mendasar. Berbagai survei internasional seperti PISA memperlihatkan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia, yang pada gilirannya berpengaruh pada daya saing bangsa. Di lapangan, guru masih terbebani tugas administratif yang panjang, sementara siswa sering kali terjebak dalam pola belajar hafalan semata tanpa benar-benar memahami makna pengetahuan.

Situasi ini melahirkan fenomena yang disebut surface learning, yaitu pembelajaran permukaan yang dangkal, instan, dan berorientasi pada ujian. Tidak mengherankan bila perilaku anak-anak sekolah hari ini mudah dipengaruhi, kurang disiplin, minim motivasi, bahkan rentan terhadap budaya populer yang kadang tidak sejalan dengan nilai luhur bangsa.

Dalam menghadapi kenyataan ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, memperkenalkan gagasan In Deep Learning. Ia menegaskan bahwa konsep ini bukanlah kurikulum baru pengganti Merdeka Belajar, melainkan sebuah pendekatan belajar yang memberi ruang bagi pengalaman belajar yang lebih sadar, bermakna, dan menggembirakan. Tiga prinsip utama yang menjadi fondasi pendekatan ini adalah Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning. Tiga prinsip ini saling berkelindan, membentuk ekosistem pembelajaran yang memuliakan guru dan siswa.

Mindful Learning menekankan kesadaran bahwa setiap anak memiliki latar belakang dan cara belajar yang berbeda, sehingga guru tidak bisa memaksakan satu model tunggal bagi semua siswa. Meaningful Learning mendorong siswa untuk berpikir kritis, memahami alasan di balik setiap pengetahuan, dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

Sementara Joyful Learning menggarisbawahi pentingnya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, di mana pengetahuan tidak datang sebagai beban, tetapi sebagai pengalaman yang menumbuhkan semangat dan motivasi. Dalam kerangka ini, In Deep Learning menjadi jawaban atas krisis pembelajaran yang selama ini cenderung mekanis, penuh hafalan, dan jauh dari realitas kehidupan.

Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 19/2025

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

PALESTINA DAN UJIAN KEMANUSIAAN Palestina dapat dikatakan sebagai wilayah yang mempunyai sejarah te....

Suara Muhammadiyah

5 December 2023

Editorial

PENGAKUAN DUNIA ATAS DEDIKASI KEMANUSIAAN Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dua organisasi kemasyar....

Suara Muhammadiyah

28 March 2024

Editorial

MENGARIFI AKAL IMITASI Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mulanya diciptakan untuk....

Suara Muhammadiyah

26 March 2025

Editorial

Menyelamatkan Krisis Kehidupan Semesta Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Muhammadiyah dalam Mil....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Editorial

KITA USAHAKAN RUMAH ITU Muhammadiyah sering dibanggakan sebagai organisasi kader. Sejarahnya penuh ....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah