KITA USAHAKAN RUMAH ITU

Publish

20 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
674
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KITA USAHAKAN RUMAH ITU

Muhammadiyah sering dibanggakan sebagai organisasi kader. Sejarahnya penuh dengan tokoh-tokoh visioner yang tidak hanya membangun amal usaha dan gerakan dakwah, tetapi juga memelopori tradisi kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Namun, hari ini kita menyaksikan keganjilan yang menyentak nurani: tidak sedikit anak-anak para tokoh Muhammadiyah yang justru enggan meneruskan langkah orang tuanya. Ironis, krisis kader itu kini terjadi di rumah sendiri.

Kondisi ini menjadi alarm yang tidak boleh diremehkan. Jika Muhammadiyah tidak lagi menjadi pilihan generasi kedua dari keluarga para penggeraknya, lalu bagaimana masa depan perkaderan itu sendiri? Bukankah rumah seharusnya menjadi sekolah ideologis pertama, tempat nilai-nilai gerakan ditanam dan ditumbuhkan?

Salah satu penyebab fenomena ini adalah kesenjangan emosional antara kader senior dan anakanak mereka. Para tokoh Muhammadiyah generasi sebelumnya dikenal militan, penuh totalitas. Namun, militansi yang tidak diimbangi dengan kehadiran emosional di rumah bisa melahirkan luka psikologis pada anak. Bagi mereka, Muhammadiyah adalah “pencuri” waktu orang tua mereka.

Anak-anak ini tumbuh dengan narasi bahwa Muhammadiyah penting, tapi mereka juga tumbuh dengan pengalaman bahwa Muhammadiyah mengambil alih cinta dan perhatian yang seharusnya menjadi hak mereka. Maka ketika dewasa, mereka menjauh bukan karena mereka anti, tapi karena mereka merasa Muhammadiyah adalah “trauma” dan bukan rumah.

“Kita usahakan rumah itu,” kata Sal Priadi.

Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 13/2025


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

REFORMASI KADERISASI MUHAMMADIYAH Krisis Kader dapat dikatakan sebagai pembahasan yang paling serin....

Suara Muhammadiyah

23 November 2023

Editorial

MENGARIFI AKAL IMITASI Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mulanya diciptakan untuk....

Suara Muhammadiyah

26 March 2025

Editorial

HIDUP BERSAHAJA  “Hidup sederhana, gak punya apa-apa tapi banyak cinta. Hidup bermewah-m....

Suara Muhammadiyah

7 January 2025

Editorial

SEJARAH KEMAJUAN ISLAM  Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Nabi Muhammad bersama kaum musli....

Suara Muhammadiyah

8 August 2024

Editorial

SYAWAL YANG MENGGEMBIRAKAN Syawalan dan tradisi mudik mungkin dapat disebut sebagai budaya khas uma....

Suara Muhammadiyah

25 July 2025