GRESIK, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Sidayu berkolaborasi dengan Kantor Layanan Lazismu Sidayu menggelar aksi penanaman pohon mangga sebagai bagian dari ikhtiar merawat lingkungan, Ahad (1/2) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pemuda Muhammadiyah Sidayu, Gresik, Jawa Timur.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah kecil yang dirancang untuk memberi dampak besar di masa depan.
Dengan cangkul di tangan dan senyum yang tak lepas dari wajah para kader, proses penanaman berlangsung gotong royong. Setiap lubang tanah seolah menjadi simbol komitmen, bahwa dakwah tak hanya disampaikan dari mimbar, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan.
Ketua PCPM Sidayu, Ahmad Fani Alfian menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk dakwah ekologis yang relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, pemuda harus hadir sebagai pelopor perubahan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Menanam pohon hari ini adalah menanam harapan untuk generasi besok. Pemuda Muhammadiyah ingin memastikan bahwa gerakan dakwah tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir dalam aksi yang nyata, sederhana, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan pohon mangga bukan tanpa alasan. Selain mudah dirawat, pohon tersebut memiliki nilai manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun ekonomis.
"Ke depan, hasilnya diharapkan dapat dirasakan bersama oleh masyarakat sekitar," tuturnya.
Senada dengan itu, perwakilan Kantor Layanan LAZISMU Sidayu, Zamroni menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat filantropi Islam yang tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga pada program produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun LAZISMU dapat diwujudkan dalam program yang memberi manfaat luas, termasuk bagi lingkungan. Penanaman pohon adalah investasi kebaikan yang pahalanya terus mengalir,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, mengiringi harapan agar bibit-bibit yang ditanam tumbuh subur, berbuah lebat, dan menjadi saksi bahwa pemuda mampu merawat bumi dengan tangan dan hati. Dari Sidayu, pesan itu ditegaskan perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama. (Azhar)

