BREBES, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Dumeling Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes menggelar Kajian Komunikasi dan Informasi (Kamus) dengan tema “Pengantar Penulisan dan Teknik Dasar menulis” di hadapan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Dumeling, Ahad (24/8/2025).
Hadir pada kegiatan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dumeling, Pimpinan Ranting Aisyiyah Dumeling, Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Dumeling dan narasumber kontributor tvMu dan media online Muhammadiyah Lukmanul Hakim.
Ketua Ranting Muhammadiyah Dumeling Ahsani Abkar mengapresiasi atas kegiatan KAMUS yang perdana diadakan sejalan dengan dinamika literasi di dalam islam.
“Saya berharap kegiatan KAMUS ini menjadi wadah pencerahan sekaligus penggerak semangat literasi di kalangan warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Dengan pemahaman literasi yang kuat, maka umat Islam akan semakin mampu menghadapi tantangan zaman dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, Ketua PRPM Dumeling Santoso mengungkapkan, siap mensupport kegiatan PRPM dan semangat untuk agenda penulisan dan menginspirasi bidang lainnya.
“Kami selalu meminta nasehat kepada PRM untuk menyemangati pemuda untuk mengikuti kajian di masjid atau mushola. Selain itu juga harus ada sinergitas sesama AMM Dumeling dengan bukti nyata Kajian Komunikasi dan Informasi. Semoga terus berlanjut dan menghasilkan karya penulisan yang membawa dampak positif,” ungkapnya.
Lukmanul Hakim dalam pemaparannya menyampaikan, sebelum penulisan berita untuk publikasi, kata Lukman, perlu dipertimbangkan layak atau tidaknya berita tersebut. Selanjutnya dalam menulis naskah tentu harus dilengkapi data dan fakta, jangan sampai menulis tanpa fakta dan data.
“ Hal lain yang perlu diperhatikan adalah angle atau sudut bagaimana berita ditampilkan, menentukan judul, lead atau alenia pertama yang berfungsi mengemukakan bagian terpenting atau yang paling menarik dari berita,”paparnya.
Disebutkan, saat menulis perhatikan kalimat dan kata yakni harus efektif dan dapat mengungkapkan gagasan secara tepat. Perhatikan pula huruf besar, singkatan, tanda baca, tanda gelar dan jenis huruf. Selanjutnya cek tulisan kita dengan membaca seluruhnya, agar tahu ada huruf yang salah ketik atau memperbaiki tanda baca dan semisalnya.
"Dalam penulisan harus memenuhi kaidah jurnalistik yakni 5W + 1H yakni apa peristiwa/pernyataannya (what), siapa yang terlibat dalam peristiwa/pernyataan (who), di mana peristiwa/pernyataannya (where). Selanjutnya, kapan peristiwa/pernyataanya (when) dan mengapa peristiwa/pernyataan itu terjadi/muncul (why) dan bagaimana peristiwa/pernyataannya (how),” pungkasnya. (Lukmanul Hakim)