Pencerahan dari Bumi Cendana

Publish

4 December 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
308
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Pencerahan dari Bumi Cendana

Oleh: Rumini Zulfikar, Penasehat PRM Troketon

Pelaksanaan Sidang Tanwir 2024 yang berlangsung di Kupang pada 4–6 Desember 2024 merupakan momentum penting bagi Persyarikatan Muhammadiyah. Tanwir, sebagai permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar, adalah mekanisme yang dijalankan oleh Muhammadiyah untuk merumuskan keputusan atau kebijakan organisasi.

Jika menelusuri sejarahnya, Tanwir diinisiasi oleh KH Hisyam pada 1930-an ketika beliau menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muhammadiyah. Dalam bahasa Arab, Tanwir berarti pencerahan. Sebagai gerakan dakwah pembaruan (tajdid), sosial, dan pendidikan, Muhammadiyah memikul tanggung jawab besar. KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah pada 18 November 1912/08 Dzulhijjah 1334 H, memiliki visi agar umat Islam maju dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Dengan semangat itu, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara sejak masa pra-kemerdekaan hingga era modern.

Dengan semangat tajdid, teologi al-ma’un, dan nilai-nilai wal ‘asr, Muhammadiyah telah melahirkan banyak tokoh besar. Hal ini menjadi bagian dari at-tanwir (pencerahan) sebagai pengejawantahan Islam rahmatan lil 'alamin. Usaha-usaha Muhammadiyah telah dirasakan oleh umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Oleh karena itu, capaian Muhammadiyah, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, harus menjadi spirit untuk terus berinovasi. Organisasi perlu membangun fondasi yang kokoh serta mempersiapkan sumber daya manusia di semua jenjang agar mampu membaca dinamika zaman, terutama di era digital saat ini. Jika tidak, Muhammadiyah berisiko tertinggal, terutama dalam menjalankan misinya sebagai gerakan pembaruan.

Sidang Tanwir di Kupang tahun ini harus menjadi ajang muhasabah (introspeksi) bagi seluruh pihak, baik untuk mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai maupun hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Tanwir memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan organisasi, baik untuk kepentingan internal maupun eksternal.

Menuju Kemakmuran untuk Semua

Tema ini sangat relevan dengan momentum Milad dan Tanwir tahun ini. Tema tersebut mengandung harapan sekaligus tantangan, karena Indonesia, sebagai bangsa yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia, hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan kedaulatan, keadilan, kemanusiaan, dan kemakmuran.

Buya Syafii Maarif, dalam bukunya Bulir-Bulir Mujahid (halaman 111, terbitan Kompas), pernah mengungkapkan bahwa "ada anak bangsa yang berpikiran kolonial dan menjadi londo ireng." Persengkongkolan ini memeras bangsa, menjadikannya "sapi perah" untuk kepentingan pribadi, kelompok, dinasti, atau oligarki. Meski demikian, kita tidak boleh pesimis. Di antara 250 juta penduduk Indonesia, masih ada individu yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta karakter kepemimpinan yang negarawan.

Sidang Tanwir di Kupang adalah pesan moral kebangsaan dari Muhammadiyah. Sebagai gerakan sosial masyarakat, Muhammadiyah harus menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan bangsa. Untuk mewujudkan kemakmuran, bangsa ini harus berlandaskan nilai-nilai agama yang menjadi pedoman dalam mengelola negara dengan kejujuran, kemanusiaan, gotong royong, dan keadilan.

Muhammadiyah juga harus melakukan reformasi internal untuk menjadi organisasi yang modern, profesional, dan maju. Dinamika organisasi yang terus berkembang adalah keniscayaan bagi Muhammadiyah dalam menjalankan misinya.

Semoga sidang ini menghasilkan keputusan dan kebijakan yang bermanfaat bagi Persyarikatan, umat, bangsa, dan negara. Mari menuju Indonesia yang maju, modern, dan makmur untuk semua. Aamiin.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Izza RohmanKetua Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah New South Wales Australia Alhamdulill....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Wawasan

Oleh: Bahrus Surur-Iyunk Agaknya kita yang telah menjalani Ramadhan beberapa hari ini harus menguku....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Wawasan

Oleh: Bobi Hidayat Beranjak dari kota jogiakarta yang terkenal dengan kota Pendidikan, sempat singg....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Wawasan

Milad IMM 61: Menghidupkan Ruh Cendekiawan Berpribadi  Oleh: Adrian al-fatih, Ketua Umum DPD I....

Suara Muhammadiyah

18 March 2025

Wawasan

Menghancurkan Communication Block: Kunci Sukses Komunikasi Bisnis di Era Digital Oleh: Bahren Nurdi....

Suara Muhammadiyah

21 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah