KOTIM, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda melalui Program Beasiswa Mentari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan SD Muhammadiyah Sampit dan dihadiri berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah, tenaga pendidik, serta orang tua siswa penerima manfaat.
Program Beasiswa Mentari tahun ini diberikan kepada enam siswa SD Muhammadiyah Sampit yang dinilai membutuhkan dukungan pendidikan sekaligus memiliki semangat belajar yang baik. Penyaluran beasiswa berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kotawaringin Timur Drs. H. Livenur Hasby, Ketua LAZISMU Kotawaringin Timur Ahirul Agus, S.P., Kepala SD Muhammadiyah Sampit Mardiyah Siregar, S.Pd., M.Pd., para dewan guru, serta perwakilan orang tua siswa penerima beasiswa.
Ketua LAZISMU Kotawaringin Timur, Ahirul Agus, mengatakan bahwa Program Beasiswa Mentari merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan agar tetap dapat belajar dengan baik.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter sosial dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, program tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai empati dan semangat berbagi sejak dini kepada para siswa.
“Melalui program ini kami berharap anak-anak tidak hanya menerima manfaat secara materi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memahami pentingnya zakat, infaq, dan sedekah dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa budaya berbagi perlu dikenalkan sejak usia sekolah agar kelak lahir generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. “Sekolah menjadi tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut karena siswa belajar tidak hanya melalui pelajaran di kelas, tetapi juga melalui praktik kehidupan sosial,” tambahkannya.
Kepala SD Muhammadiyah Sampit, Mardiyah Siregar menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan LAZISMU kepada para siswa di sekolahnya. Ia menilai program tersebut menjadi motivasi tambahan bagi anak-anak untuk semakin giat belajar dan percaya diri dalam meraih cita-cita.
“Bantuan ini sangat berarti bagi siswa dan keluarga mereka. Kami berharap anak-anak semakin semangat belajar dan kelak mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter siswa di SD Muhammadiyah Sampit. Karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan lembaga sosial seperti LAZISMU dinilai sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
Sementara itu, Ketua PDM Kotawaringin Timur, Drs. H. Livenur Hasby yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa gerakan zakat, infaq, dan sedekah harus terus diperkuat melalui berbagai program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi masa depan. Oleh sebab itu, dukungan terhadap anak-anak usia sekolah perlu menjadi perhatian bersama.
Kegiatan penyerahan beasiswa mentari 2026 kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara penerima manfaat, guru, orang tua, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah dan LAZISMU Kotawaringin Timur. Program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa di masa mendatang. (mf)

