Pengajian Pra-Munas Tarjih, Agus Taufiqurrohman: Kesehatan Nikmat yang Sering Dilupakan

Agus Taufiqurrohman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Agus Taufiqurrohman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Kesehatan dan waktu luang merupakan dua nikmat Allah Swt yang sering kali dilupakan manusia. Keduanya baru benar-benar terasa berharga ketika seseorang kehilangan atau tidak lagi dapat menikmatinya. Karena itu, kesehatan semestinya tidak hanya disyukuri, tetapi juga dijaga dan dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman, dalam pengajian Pra-Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rabu (4/11/2026). 

Mengawali kajiannya, Agus mengutip hadis Nabi Muhammad saw. tentang dua nikmat yang sering membuat manusia terlena, yaitu kesehatan dan waktu luang. Menurutnya, kesehatan kerap dianggap sebagai sesuatu yang rutin dan biasa diberikan Allah, sehingga manusia kurang menyadari betapa besar nilai nikmat tersebut. 

Ia memberikan contoh sederhana tentang nikmat bernafas dan menghirup oksigen. Bagi orang yang sehat, bernapas mungkin terasa sebagai aktivitas biasa yang tidak perlu dipikirkan. Namun, bagi seseorang yang mengalami gangguan pernapasan, kemampuan menghirup udara dengan normal merupakan nikmat yang sangat berharga. Bahkan, kebutuhan oksigen bagi mereka dapat memerlukan biaya yang tidak sedikit. 

"Kesehatan memang bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan kita tidak bisa melakukan banyak hal," ungkapnya. 

Agus mengajak peserta untuk menjadikan kesehatan sebagai sarana beramal saleh. Menjaga kesehatan, menurutnya, merupakan bagian dari mengamalkan tuntunan Rasulullah. Kesehatan juga tidak boleh dimaknai sebatas kondisi fisik, melainkan mencakup kesehatan mental, spiritual, dan sosial. 

Dalam konteks menjaga kesehatan, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan pola hidup, termasuk asupan makanan. Mengonsumsi makanan halal saja belum cukup, tetapi juga harus memperhatikan aspek thayyib, yakni baik, sehat, dan memberikan manfaat bagi tubuh. Selain itu, manusia perlu mengendalikan emosi, tidak mudah marah, serta menjaga ketenangan dalam menjalani kehidupan. 

Agus juga menyinggung berbagai persoalan kesehatan yang banyak dialami kelompok lanjut usia. Di antaranya hipertensi, diabetes, gangguan otot dan sendi, penyakit jantung, stroke, gangguan penglihatan dan pendengaran, gangguan pernapasan, kepikunan, serta gagal ginjal. Berbagai persoalan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, bukan menunggu sampai usia lanjut atau ketika penyakit datang. 

Selain kesehatan, Agus memberikan perhatian khusus pada pemanfaatan waktu luang. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah dengan mengikuti pengajian dan memperdalam pemahaman agama. 

Menurutnya, pengajian merupakan bagian penting dari tradisi Muhammadiyah. Sebab, Muhammadiyah tumbuh dan berkembang dari kelompok-kelompok pengajian yang menjadi ruang pembelajaran, pendalaman agama, sekaligus penguatan gerakan dakwah. 

"Barangsiapa tidak aktif mengikuti pengajian Muhammadiyah, maka sebenarnya ia telah kehilangan spirit bermuhammadiyah," tegasnya. 

Ia menambahkan, seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah, tetapi tidak rajin mendalami ajaran agama, berisiko melupakan inti dari gerakan Muhammadiyah itu sendiri. Oleh karena itu, aktivitas organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan pemahaman dan pengamalan agama. (gsh).