Pengajian UMKU Mengulas Tafsir At-Tanwir Surat Al Fatihah

Publish

21 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1297
Foto Istimewa

Foto Istimewa

"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung."  (Q.S. Hijr : 87)

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Pengajian rutin Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan luring dibuka oleh  Dr. H. Rizka Himwan, M.Psi. Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kudus, dan menghadirkan pembicara  Dr. Muhammad Muttaqin, M.H. dengan moderator Toni Ardi Rafsanjani, M.Pd.I. 

Muttaqin yang juga Ketua  Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammdaiyah Kabupaten Jepara  menyampaikan materi tentang ‘Tafsir At Tanwir Surat Fatihah”, yang dihadiri Pengurus Badan Pembina Harian, Dosen dan Tenaga Kependidikan UMKU, Senin, 21 Juli 2025.

Sedangkan Muttaqin menjelaskan bahwa ada 4 (empat) nama dalam surat Al Fatihah, pertama, Al Fatihah (pembuka, awal surat dalam Al Qur’an), kedua, Ummul kitab (induk Al Qur’an), ketiga, Sab’ul matsani (tujuh kata yang diulang ulang dalam sholat dan tidak membosankan). sesuai dalam Q.S. Al Hijr ayat 87, keempat, Asas (pondasi), Al Maroghi jilid 1.

Muttaqin menjelaskan kembali bahwa dalam ayat pertama dalam surat Al Fatihah, memberikan makna sebagai berikut : Melimpahkan rahmat dan kebaikan kepada hambaNya tanpa pengecualian dan tanpa batas, bersifat temporel dan tidak permanen (hanya di dunia),  makna arrahman sesuai surat Al A’rof ayat 156, serta melimpahkan rahmat dan kebaikan kepada hambaNya, khusus yang beriman dan taat kepada Allah sampai hari akhir, bersifat permanen di dunia dan akhirat,  makna  Arrahim sesuai Surat An nahl ayat 97.

Muttaqin menjelaskan kembali bahwa ayat ke 2 dalam surat Fatihah mengenai asal usul kehidupan, alam semesta ada diciptakan oleh Allah dan berlangsungnya alam semesta ini dalam pemeliharaan dan aturan Allah, serta tidak mungkin sesuai ada, muncul dengan sendirinya, hanya Allah Tuhan yang maha pencipta dan tidak ada yang menciptakanNya. Sifat Rahman dan Rahim adalah sifat yang melekat dalam diri Allah yang berimplikasi pada ihsan (kebaikan) Allah kepada hamba-Nya. Karena itu tidak mungkin Allah memiliki sifat Rahmah tetapi berbuat kejam walaupun hamba-Nya melanggar hukum Allah. (Supardi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah- Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) berkunjung ke Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

21 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Indonesia sebagai bangsa besar, telah dianugerahi oleh Allah SwT....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret. Untuk memeriahk....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Berita

SAMPIT, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kotawaringin T....

Suara Muhammadiyah

18 February 2025

Berita

TEHERAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Iran, Terjemahkan Bu....

Suara Muhammadiyah

20 November 2024