Pengendalian Diri Kunci Redam Inflasi Ramadhan

Suara Muhammadiyah

3 March 2026

575
Dok Istimewa

Dok Istimewa

TANGSEL, Suara Muhammadiyah — Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Faozan Amar, mengingatkan pentingnya pengendalian diri selama bulan suci Ramadhan sebagai upaya menekan gejolak konsumsi yang kerap memicu inflasi musiman.

Pesan tersebut disampaikan dalam Ceramah Tarawih di Griya Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan, Ahad (2/3/2026), dengan tema “Pengendalian Diri & Inflasi Ramadhan.”

Faozan yang juga Associate Profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA serta Penasehat Ranting Muhammadiyah Pondok Cabe Ilir itu mengajukan pertanyaan reflektif kepada jamaah.

“Ramadhan adalah bulan latihan menahan diri. Pertanyaannya, apakah kita hanya menahan lapar, atau juga menahan nafsu?” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an adalah membentuk ketakwaan. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa, yakni mampu mengendalikan keinginan dan hawa nafsu.

Namun demikian, ia menyoroti fenomena tahunan yang kerap terjadi setiap Ramadhan, yakni kenaikan harga kebutuhan pokok. Peningkatan permintaan, belanja berlebihan, hingga praktik panic buying menjadi faktor yang mempercepat lonjakan harga.

“Siang hari kita menahan lapar, tetapi sore hari pasar justru membludak. Ini paradoks. Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, tetapi konsumsi justru meningkat,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an secara tegas melarang perilaku berlebihan dalam konsumsi. Dalam QS. Al-A’raf ayat 31 Allah berfirman, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Menurut Faozan, pesan tersebut relevan dengan konteks ekonomi modern. Inflasi, kata dia, seringkali dipicu oleh perilaku konsumsi berlebihan. Jika masyarakat membeli secukupnya sesuai kebutuhan, stabilitas harga lebih mudah terjaga.

“Inflasi bukan hanya persoalan ekonomi dan mekanisme pasar, tetapi juga soal pengendalian diri kolektif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa sejatinya merupakan perisai. Mengutip hadis riwayat Imam Ahmad serta riwayat Bukhari-Muslim, ia menyampaikan bahwa puasa melatih umat Islam menahan amarah, keserakahan, dan perilaku tidak terpuji.

“Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga, tetapi gagal memetik hikmah pengendalian diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan dimensi empati sosial dalam Ramadhan. Ia merujuk pada QS. Al-Insan ayat 8 yang menggambarkan orang-orang beriman memberikan makanan yang disukainya kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang yang membutuhkan.

Menurutnya, puasa mengajarkan solidaritas dan kepekaan sosial. Karena itu, ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak mengambil keuntungan berlebihan saat permintaan meningkat, serta mendorong umat Islam memperbanyak sedekah.

“Ramadhan seharusnya menjadi momentum memperkuat empati, bukan memperbesar margin keuntungan,” katanya.

Sebagai penutup, Faozan menyampaikan sejumlah pesan praktis kepada jamaah: berbuka secukupnya, belanja seperlunya, menghindari mubazir, tidak menimbun barang, dan memperbanyak berbagi kepada sesama.

“Jika kita mampu mengendalikan diri, Ramadhan bukan memicu inflasi, tetapi menghadirkan keberkahan,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Langit mendung tak menghalangi gema takbir membahana di berbagai penj....

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

Berita

BANJAR, Suara Muhammadiyah – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Banjar menggelar kegia....

Suara Muhammadiyah

29 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta (Moetoe) berupaya sedemikian ru....

Suara Muhammadiyah

15 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Sekolah Das....

Suara Muhammadiyah

1 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Persatuan Sepakbola Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Yog....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah