Pengendalian Diri Kunci Redam Inflasi Ramadhan

Suara Muhammadiyah

3 March 2026

453
Dok Istimewa

Dok Istimewa

TANGSEL, Suara Muhammadiyah — Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Faozan Amar, mengingatkan pentingnya pengendalian diri selama bulan suci Ramadhan sebagai upaya menekan gejolak konsumsi yang kerap memicu inflasi musiman.

Pesan tersebut disampaikan dalam Ceramah Tarawih di Griya Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan, Ahad (2/3/2026), dengan tema “Pengendalian Diri & Inflasi Ramadhan.”

Faozan yang juga Associate Profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA serta Penasehat Ranting Muhammadiyah Pondok Cabe Ilir itu mengajukan pertanyaan reflektif kepada jamaah.

“Ramadhan adalah bulan latihan menahan diri. Pertanyaannya, apakah kita hanya menahan lapar, atau juga menahan nafsu?” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an adalah membentuk ketakwaan. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa, yakni mampu mengendalikan keinginan dan hawa nafsu.

Namun demikian, ia menyoroti fenomena tahunan yang kerap terjadi setiap Ramadhan, yakni kenaikan harga kebutuhan pokok. Peningkatan permintaan, belanja berlebihan, hingga praktik panic buying menjadi faktor yang mempercepat lonjakan harga.

“Siang hari kita menahan lapar, tetapi sore hari pasar justru membludak. Ini paradoks. Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, tetapi konsumsi justru meningkat,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an secara tegas melarang perilaku berlebihan dalam konsumsi. Dalam QS. Al-A’raf ayat 31 Allah berfirman, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

Menurut Faozan, pesan tersebut relevan dengan konteks ekonomi modern. Inflasi, kata dia, seringkali dipicu oleh perilaku konsumsi berlebihan. Jika masyarakat membeli secukupnya sesuai kebutuhan, stabilitas harga lebih mudah terjaga.

“Inflasi bukan hanya persoalan ekonomi dan mekanisme pasar, tetapi juga soal pengendalian diri kolektif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa sejatinya merupakan perisai. Mengutip hadis riwayat Imam Ahmad serta riwayat Bukhari-Muslim, ia menyampaikan bahwa puasa melatih umat Islam menahan amarah, keserakahan, dan perilaku tidak terpuji.

“Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga, tetapi gagal memetik hikmah pengendalian diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan dimensi empati sosial dalam Ramadhan. Ia merujuk pada QS. Al-Insan ayat 8 yang menggambarkan orang-orang beriman memberikan makanan yang disukainya kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang yang membutuhkan.

Menurutnya, puasa mengajarkan solidaritas dan kepekaan sosial. Karena itu, ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak mengambil keuntungan berlebihan saat permintaan meningkat, serta mendorong umat Islam memperbanyak sedekah.

“Ramadhan seharusnya menjadi momentum memperkuat empati, bukan memperbesar margin keuntungan,” katanya.

Sebagai penutup, Faozan menyampaikan sejumlah pesan praktis kepada jamaah: berbuka secukupnya, belanja seperlunya, menghindari mubazir, tidak menimbun barang, dan memperbanyak berbagi kepada sesama.

“Jika kita mampu mengendalikan diri, Ramadhan bukan memicu inflasi, tetapi menghadirkan keberkahan,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Universitas ‘A....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dengan penuh semangat, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., P....

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengandeng PT Indonesia Dig....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya meningkatkan kerjasama antar Perguruan Tinggi Universit....

Suara Muhammadiyah

28 May 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kota Bengawan menggelar rapat ke....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah