YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Untuk memperkuat spirit dalam program dan kegiatan GACA (Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak) baik level cabang maupun ranting, maka Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kraton mengadakan Pertemuan Konsolidasi PRA (Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah) se-PCA Kraton dengan materi Penguatan GACA untuk Cabang dan Ranting ‘Aisyiyah yang Berdaya Bergerak dan Berdampak. Dilaksanakan pada Rabu Wage 14 Oktober 2026 di pusat kegiatan PRA Panembahan da Jln. Kemitbumen 2 Kraton Yogyakarta. Dihadiri oleh PCA Kraton, Pengurus dan Relawan GACA Kraton serta Pimpinan beserta para Relawan GACA dari seluruh PRA se-PCA Kraton.
Dalam sambutan dan pengarahannya Ketua PCA Kraton, Hj. Laila Desi Ikawati mengemukakan bahwa setiap pertemuan dan kegiatan 'Aisyiyah adalah dakwah, yaitu untuk berbagi semangat dan menebarkan kebaikan. “Alhamdulillah PCA Kraton terpilih menjadi salah satu dari 5 PCA se-Kota yang menjadi nominasi mewakili PDA Kota Yogyakarta dalam program Cabang ‘Aisyiyah Unggul PWA DI Yogyakarta, dengan program unggulan GACA (Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak). GACA Kraton yang diberi nama RKGK (Rumah Kegiatan GACA Kraton).
GACA dipilih karena pertama GACA Kraton sejak tahun 2017 sudah menjadi Pilot Project PWA DIY yang sudah banyak dikenal dan dikunjungi baik internal ‘Aisyiyah maupun masyarakat luas untuk saling berbagi praktek baik, kegiatannya terus berlanjut dan semakin diminati sampai sekarang. Dan yang terpenting adalah menjadi salah satu bentuk komitmen ‘Aisyiyah untuk terlibat aktif dalam penyelesaian masalah anak yang sampai saat ini masih terus menghantui,” ungkapnya.
Ika selanjutnya memaparkan perkembangan GACA Kraton, yang awalnya mulai dari pendampingan belajar literasi menari menyanyi ketrampilan pada setiap Sabtu dan Ahad dengan beragam kegiatan. Pada masa pandemi meski kegiatan tatap muka berhenti kegiatan tetap berlanjut secara online seperti konsultasi belajar, Webinar, Sapa Anak Stay at home dll.
Pada periode sekarangGACA semakin mendekatkan kegiatan-kegiatnnya ke ranting-ranting dengan program GACA Kraton Menyapa Ranting yang dilaksanakan secara rutin dengan kegiatan-kegiatan edukatif rekreatif menyenangkan untuk memberikan ruang pada anak-anak untuk mengekpresikan minat dan hobbynya sekaligus menciptakan lingkungan positif di era yang semakin banyak dikuasai aspek digitalisasi. Penguatan dan Motivasi spirit GACA disampaikan oleh Wuri Astuti Marso bersama Avodrin Dunilyta dari PDA Kota Yogyakarta.
Penguatan GACA dimulai Wuri Astuti Marso, wakil ketua PDA Kota Yogyakarta yang konsens bergiat dalam tema-tema Ketahanan Keluarga, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Mensitir QS 4:9 terkait konsepsi “qaulan syadiidan” (kata-kata yang benar) yang merupakan penegasan mengingatkan tanggung jawab penuh orang tua dalam pendidikan anak dalam mengenalkan nilai-nilai kebenaran dan kepedulian terutama dengan menjadi teladan terdekat yang baik, karena anak adalah peniru yang brillian. Apalagi pada saat ini dunia anak dihadapkan tantangan yang semakin berat terkait dengan kasus-kasus seperti narkoba, Bullying, Kekerasan Seksual, Kecanduan Gadget dan lain-lain.
“Mari sebagai orang tua dan relawan GACA biasakan membangun komunikasi asertif bersama anak dengan membuka ruang dan peluang dialog, jangan buat anak gabut (galau buta) menemukan teman bicara dan tempat yang nyaman untuk berbagi perasaan cita-cita dan harapan sekaligus ruang untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Untuk mengantisipasi bahaya seputar anak banyak predator anak yang seperti musang berbulu domba, seperti grooming awalnya memberi kesan membantu ternyata malah memperdayakan.” Ajaknya mengingatkan.
Selanjutnya Wuri yang juga Ketua MKS (Majelis Kesejahteraan Sosial) PWA DIY mengungkapkan bahwa sejak GACA di-launching 2017 di Sportorium UMY gerakan peguatan semakin intens dilakukan baik pada keluarga, orang tua maupun para relawan GACA. Setiap orang bisa menjadi relawan, yang bisa cepat bisa bertindak tepat bila ada permasalahan baik secara preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Dengan 4 prinsip layanan yaitu kerahasiaan, kesetaraan, kemandirian dan keterpaduan. Dengan 4 program dasar GACA yaitu Pelatihan Dasar GACA, Pelatihan Psikososial, Pelatihan Paralegal, dan Pelatihan Ketahanan Keluarga.
Avodrin Dunilyta, S. Psi., Wakil Ketua PDA yang membidangi MHH (Majelis Hukum dan HAM) mengapresiasi PCA Kraton memilih GACA sebagai program unggulan utama dan mengingatkan sebagai unggulan harus menyempurnakan kelengkapan profil, buku-buku administrasi dan catatan-catatan kasus.
Avodrin juga berharap spirit GACA tidak hanya bertumbuh dan berkembang di internal wilayah Kraton, tetapi juga dapat menular wilayah-wilayah terdekat. Karena problem sosial termasuk persoalan anak semakin berat dan kompleks perlu respon penanganan yang cepat, termasuk dengan memperkuat dan memperluas jejaring dengan lembaga yang punya komitmen dalam perlindungan anak. Seperti dengan pogram Muhammadiyah "Zero Bullying" relevan dengan program GACA Kraton dalam menanggulangi melawan Bullying.
“'Aisyiyah selalu tercepat dan terdepan, kalau 'Aisyiyah tidak berani dan bersegera bergerak bagaimana dengan yang lainnya?” Pesannya memotivasi.
(S.Intani)

