Penguatan Ideologi Muhammadiyah Melalui Kegiatan Ideopolitor

Publish

20 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1022
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah arus deras globalisasi, infiltrasi nilai-nilai asing, serta melemahnya semangat keumatan dan kebangsaan di kalangan generasi muda, penguatan pemahaman ideologi Muhammadiyah menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Dalam konteks inilah, kegiatan Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) hadir sebagai salah satu instrumen strategis untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya militan secara organisasi, tetapi juga kokoh secara ideologis. 

Dilaksanakan pada Sabtu (14/06/2025) & bertempat di Aula Ahmad Dahlan Gedung A FKIP, UHAMKA, Jakarta Timur. Ideopolitor Muhammadiyah Jakarta Timur mengusung tema ”Meneguhkan Pemahaman, Implementasi & Internalisasi Ideologi Muhammadiyah” dengan dihadiri oleh 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan para peserta yaitu 11 Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Kota Administrasi Jakarta Timur.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah narasumber, di antaranya Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah Dr Faiz Rafdhi, MKom, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Drs Nandi Rahman, MAg, serta narasumber internal dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur yaitu Muhammad Shodiq, MPdI, Dr Sudirman Tamim, MAg, dan Drs SM Hasyir Alaydrus, SSosI, MM.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Jakarta Timur, Prof Dr M Nur Rianto Al Arif, MSi, menegaskan bahwa ideologi Muhammadiyah bukan hanya untuk dipahami secara teoritis, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam gerak praksis kehidupan sehari-hari.

“Jika kader-kader Muhammadiyah memahami dan mengamalkan ideologi persyarikatan secara utuh, maka mereka akan menjadi agen perubahan yang tidak hanya paham nilai, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” tegasnya.

Ditambah, Ideopolitor sebagai ruang pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keorganisasian. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam pemikiran-pemikiran KH Ahmad Dahlan, prinsip-prinsip tajdid, hingga posisi Muhammadiyah dalam percaturan sosial-politik kebangsaan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Islam berkemajuan.

Urgensi kegiatan ini terletak pada upayanya menjaga kemurnian ideologi Muhammadiyah dari distorsi, sekaligus membekali kader dengan kepekaan terhadap persoalan umat dan bangsa. Tanpa penguatan ideologi, kader-kader Muhammadiyah berisiko mengalami disorientasi gerakan dan kehilangan arah perjuangan.

Dengan berlangsungnya kegiatan Ideopolitor, diharapkan lahir kader-kader ideologis yang militan, visioner, dan siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang mencerahkan dan membebaskan umat dari keterbelakangan. (Tief/n)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) me....

Suara Muhammadiyah

28 November 2023

Berita

TAKENGON. Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Tengah dan Pimpinan....

Suara Muhammadiyah

5 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Senam sehat Milad Mu'allimin ke-107 diikuti ratusan peserta dari ci....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Gading I, Desa Belangwetan, Keca....

Suara Muhammadiyah

22 December 2024

Berita

OKUTIM, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) OKU Timur menyelenggarakan Saf....

Suara Muhammadiyah

31 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah