Penguatan Ideologi Muhammadiyah Melalui Kegiatan Ideopolitor

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

1243
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah arus deras globalisasi, infiltrasi nilai-nilai asing, serta melemahnya semangat keumatan dan kebangsaan di kalangan generasi muda, penguatan pemahaman ideologi Muhammadiyah menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Dalam konteks inilah, kegiatan Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) hadir sebagai salah satu instrumen strategis untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang tidak hanya militan secara organisasi, tetapi juga kokoh secara ideologis. 

Dilaksanakan pada Sabtu (14/06/2025) & bertempat di Aula Ahmad Dahlan Gedung A FKIP, UHAMKA, Jakarta Timur. Ideopolitor Muhammadiyah Jakarta Timur mengusung tema ”Meneguhkan Pemahaman, Implementasi & Internalisasi Ideologi Muhammadiyah” dengan dihadiri oleh 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan para peserta yaitu 11 Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Kota Administrasi Jakarta Timur.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah narasumber, di antaranya Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah Dr Faiz Rafdhi, MKom, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Drs Nandi Rahman, MAg, serta narasumber internal dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur yaitu Muhammad Shodiq, MPdI, Dr Sudirman Tamim, MAg, dan Drs SM Hasyir Alaydrus, SSosI, MM.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Jakarta Timur, Prof Dr M Nur Rianto Al Arif, MSi, menegaskan bahwa ideologi Muhammadiyah bukan hanya untuk dipahami secara teoritis, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam gerak praksis kehidupan sehari-hari.

“Jika kader-kader Muhammadiyah memahami dan mengamalkan ideologi persyarikatan secara utuh, maka mereka akan menjadi agen perubahan yang tidak hanya paham nilai, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” tegasnya.

Ditambah, Ideopolitor sebagai ruang pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keorganisasian. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam pemikiran-pemikiran KH Ahmad Dahlan, prinsip-prinsip tajdid, hingga posisi Muhammadiyah dalam percaturan sosial-politik kebangsaan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Islam berkemajuan.

Urgensi kegiatan ini terletak pada upayanya menjaga kemurnian ideologi Muhammadiyah dari distorsi, sekaligus membekali kader dengan kepekaan terhadap persoalan umat dan bangsa. Tanpa penguatan ideologi, kader-kader Muhammadiyah berisiko mengalami disorientasi gerakan dan kehilangan arah perjuangan.

Dengan berlangsungnya kegiatan Ideopolitor, diharapkan lahir kader-kader ideologis yang militan, visioner, dan siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang mencerahkan dan membebaskan umat dari keterbelakangan. (Tief/n)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menunjukkan komi....

Suara Muhammadiyah

27 October 2023

Berita

Mahasiswa UMPR dan Siswa SMK Kesehatan PKL di RS Islam PKU Muhammadiyah  PALANGKARAYA, Suara M....

Suara Muhammadiyah

21 July 2026

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Palangkaraya menyelenggarakan Baitu....

Suara Muhammadiyah

27 October 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Hanif Faisal Azzam, bocah sembilan tahun dengan semangat menyala sepert....

Suara Muhammadiyah

20 May 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan mengadakan pengajian peng....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah