SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) mengukuhkan dua guru besar baru, Kamis (25/6) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta.
Dua guru besar yang dikukuhkan yaitu Andari Wuri Astuti, Guru Besar Ilmu Kebidanan (Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Berbasis Bukti) dan Wantonoro, Guru Besar Ilmu Keperawatan (Long term care).
Pengukuhan dua guru besar itu berpokok pangkal dari Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 4357/N/KPT.KP/2025 dan Nomor 1601/M/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.
Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti mengucapkan selamat atas pengukuhan dua guru besar tersebut. Menurutnya pencapaian akademik ini tidak sebentar, tapi sarat pergumulan yang begitu rupa dalam proses perjalanannya.
"Pengukuhan guru besar ini meneguhkan komitmen untuk bisa menjadi ilmu sebagai jalan untuk menghadirkan kebaikan dan kemanfaatan secara luas," katanya saat Rapat Senat Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Setyabudi Indartono menyebut, pengukuhan dua guru besar menjadi capaian yang luar biasa.
Menurutnya, capaian ini bukan akhir dari sebuah perjalanan akademik, tetapi langkah awal hadir berkontribusi untuk bangsa dan negara.
"Menjadi guru besar adalah siap menerima tanggung jawab yang lebih besar lagi," ujarnya, seraya menyebut ada beberapa hal fundamental yang mesti dilakukan.
Salah satunya menjaga inovasi dan dampak perguruan tinggi. "Tugas ini sangat berat bagi seorang guru besar," bebernya.
Demikian pula menghasilkan guru besar berikutnya. Setyabudi menambahkan, perlu menjaga kualitas layanan tridharma.
"Dari proses dan pemberian layanan pembelajarannya kepada mahasiswa, penelitian dan publikasinya, serta pengabdian masyarakatnya," imbuhnya.
Sisi lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Salmah Orbayinah menyebut, pengukuhan guru besar ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Unisa Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang terus melahirkan cendekiawan yang berkemajuan.
"Unisa telah menunjukkan komitmennya di dalam memperkuat tradisi-tradisi keilmuan, tradisi-tradisi akademiknya, dan juga riset di bidang kesehatan sejalan dengan sejarah panjang pengabdian Unisa yang awalnya berdiri berwawasan kesehatan," jelasnya.
Salmah meminta, Unisa Yogyakarta harus bisa menjadikan program studi lain lebih unggul lagi. "Tapi wawasan kesehatan tetap (dipertahankan)," tekannya, dihadapan Ketua Badan Pembina Harian Unisa Yogyakarta Siti Noordjannah Djohantini dan Dewan Pakar Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah Lincolin Arsyad.
Bersamaan dengan itu, Salmah turut mengucapkan selamat kepada dua guru besar yang resmi dikukuhkan tersebut.
"Yang bidang kebidanan adalah profesor organik nomor dua setelah Prof Mudhilah dan yang bidang keperawatan adalah profesor organik nomor satu," tandasnya. (Cris)

