GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah — Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyalurkan donasi sebesar Rp10 juta untuk membantu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada Sabtu (17/10) di Padukuhan Mojosari, Kedungpoh, Nglipar, dan Padukuhan Batur, Putat, Patuk.
Dana tersebut dihimpun dari para santri, wali santri, pengurus PERSADA, dan para muhsinin yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Lazismu Wilayah DIY dengan berkoordinasi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) dan Lazismu Daerah.
Sebanyak 15 personel PERSADA turut hadir dalam kegiatan ini, terdiri atas perwakilan kepala asrama, musyrif dan musyrifah, santri Fakultas Kedokteran, BPM, serta santri reguler. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ustadz Budiharjo, Wakil Ketua PDM Gunungkidul, jajaran Lazismu Daerah, perangkat kalurahan, pimpinan pesantren Daarul Khoir, KOKAM, ketua RT/RW, dan warga setempat.
Koordinator lapangan sekaligus Ketua KL Lazismu Nglipar, Nyoto, menjelaskan bahwa kekeringan menyebabkan sumur bor kampung dan sumur galian milik warga mengering. Akibatnya, masyarakat sangat bergantung pada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.
“Air ini sangat kami butuhkan. Sumur bor milik kampung maupun sumur galian milik warga airnya mengering. Mereka mengandalkan dropping air dan ditampung di bak penampungan. Namun, sering kali ada sebagian warga yang tidak kebagian,” ungkap Nyoto.
Ia menambahkan, keterbatasan armada tangki menjadi salah satu kendala pendistribusian air. Karena itu, koordinasi melalui Lazismu membantu penyaluran bantuan agar lebih terarah dan merata. Distribusi air dilakukan secara berkala berdasarkan data kebutuhan yang dihimpun Satgas LRB PDM Gunungkidul.
Melalui donasi ini, PERSADA UAD berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi kemanusiaan dalam menghadapi kekeringan. Ikhtiar tersebut menjadi bagian dari pendidikan pesantren yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. (DF)

