Pesan Abdul Mu’ti di Syawalan Muhammadiyah Sulsel

Publish

28 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
348
Istimewa

Istimewa

Minta Kelola Perbedaan dengan Semangat Fastabiqul Khaerat

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Suasana khidmat menyelimuti Halaman Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Tamalanrea, Makassar, pada Sabtu (28/03). Keluarga besar Muhammadiyah Sulsel berkumpul dalam momentum silaturahmi Syawalan 1447 H yang dihadiri oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga Menteri Pendidikan Nasional ini.

Kehadiran beliau bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan pembawa pesan kesejukan mengenai cara mengelola perbedaan di tengah umat.

Dalam tausiyahnya, Prof. Mu’ti menekankan bahwa keragaman mazhab dan pandangan merupakan ketetapan Allah yang tidak terelakkan. Beliau membedakan ikhtilaf ke dalam tiga kategori, yakni alamiah yang bersifat bawaan, ilmiah yang lahir dari pemikiran atau metode, serta amaliah yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaan. 

Alih-alih terjebak dalam debat kusir mengenai siapa yang paling benar, beliau mengajak umat untuk mengedepankan semangat fastabiqul khaerat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Baginya, setiap ijtihad memiliki nilai pahala, dan biarlah Allah yang menjadi penentu kebenaran hakiki di akhirat kelak.

Guna menjaga keutuhan umat yang diibaratkan sebagai satu tubuh, Prof. Mu’ti membagikan tiga kunci kedamaian. 

Pertama, menghindari sikap elitis yang merasa superior, dengan meneladani Nabi Muhammad SAW yang tetap membumi dan peduli sesama.

Kedua, membersihkan pikiran dari prasangka buruk dan tidak menyibukkan diri mencari kesalahan orang lain.

Ketiga, menghidupkan silaturahmi yang substantif—bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan upaya tulus untuk mengurai kekusutan dan menyambung kembali tali yang terputus.

Acara ini juga menjadi panggung konsolidasi yang luar biasa dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, mulai dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Anggota DPR RI Dr. H. Ashabul Kahfi, hingga sejumlah kepala daerah dan legislator seperti Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Kehadiran para tokoh ini mempertegas peran strategis Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Menutup pesannya, Prof. Mu’ti mengapresiasi keberkahan dari pertemuan tatap muka. Meski teknologi memungkinkan komunikasi jarak jauh, kehadiran fisik dalam silaturahmi diyakini membawa energi positif yang membuat umat lebih sehat dan cerdas melalui pertukaran ilmu yang langsung dan hangat. (HFS)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Fakultas Far....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Tembang Universitas Muhamma....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke &ndash....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wacana penerapan sistem war tiket haji yang digagas Kementeria....

Suara Muhammadiyah

14 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka meningkatkan kapasitas relawan (Gerakan ‘Ai....

Suara Muhammadiyah

13 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah