BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah (Pimda) 02 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Bantul mematangkan persiapan Musyawarah Daerah (Musyda) X yang direncanakan berlangsung pada Ahad, 25 Oktober 2026, di Auditorium Dokter Hardjo Djoyodarmo MUSABA. Sejumlah langkah telah ditempuh, mulai dari pembentukan panitia pemilihan, penjaringan bakal calon formatur melalui cabang latihan, hingga registrasi peserta musyawarah.
Ketua Pimda 02 Tapak Suci Bantul, Yudha Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menunjuk panitia pemilihan (panlih) yang diketuai Ustaz Ahmad Mujahid dari Tapak Suci MBS Muhiba. Panitia tersebut diperkuat Sekretaris Frida Ayu serta tiga anggota, yakni Hendri Budi Setyawan, Diah Nurmei Choirunnisa, dan Falih Katma Hernisa.
“Seluruh cabang latihan Tapak Suci yang masih aktif di Bantul telah kami surati untuk mengusulkan lima nama bakal calon formatur. Pengusulan tersebut kami tunggu paling lambat 17 Oktober 2026,” kata Yudha.
Menurutnya, mekanisme pengusulan melalui cabang latihan menjadi bagian penting dalam proses penjaringan bakal calon formatur. Dengan mekanisme tersebut, cabang latihan memperoleh ruang untuk berpartisipasi dalam menyiapkan calon pemimpin yang akan membawa organisasi ke depan.
Selain penjaringan formatur, Pimda 02 Tapak Suci Bantul juga meminta seluruh pendekar dan kader untuk melakukan registrasi sebagai peserta Musyda X. Registrasi paling lambat 17 Oktober 2026 sekaligus menjadi bentuk kesanggupan untuk hadir dan mengikuti seluruh rangkaian musyawarah.
Yudha menegaskan, registrasi peserta diperlukan untuk mendukung kesiapan teknis penyelenggaraan, baik oleh panitia pelaksana (panpel) maupun panitia pemilihan. Data peserta yang telah terdaftar akan memudahkan panpel dalam menyiapkan sarana dan prasarana serta kebutuhan konsumsi.
Sementara itu, bagi panlih, data registrasi menjadi dasar untuk menyiapkan perangkat pemungutan suara secara elektronik, termasuk token yang digunakan dalam proses pemilihan. Dengan demikian, hak pilih dapat dipersiapkan secara tertib sesuai mekanisme yang ditetapkan.
“Kami berharap para pendekar dan kader Tapak Suci Bantul segera melakukan registrasi sebelum batas waktu 17 Oktober. Partisipasi peserta sangat penting, bukan hanya untuk kelancaran teknis, tetapi juga untuk memastikan proses musyawarah dan pemilihan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Yudha juga berharap partisipasi aktif para pendekar dan kader dalam Musyda X dapat berlangsung optimal. Apabila terdapat agenda lain yang bertepatan dengan pelaksanaan musyawarah, ia berharap hal tersebut dapat dikondisikan agar tidak mengurangi kehadiran peserta.
Lebih jauh, ia berharap Musyda X tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi perkembangan Tapak Suci Bantul. Musyawarah ini diharapkan menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda untuk tampil dan mengambil peran dalam kepemimpinan.
“Harapan kami, Musyda X menghasilkan keputusan strategis untuk kemajuan organisasi serta membuka ruang bagi kalangan muda untuk berkontribusi dalam kepemimpinan Tapak Suci Bantul,” pungkas Yudha.

