MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar kembali akan menerjunkan mahasiswanya di sejumlah rumah sakit terkemuka Pulau Jawa dan Kalimantan.
Hal itu dalam rangka kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) 3 dan 4 bagi mahasiswa Program Studi D3 Radiologi.
Mahasiswa akan ber-PKL selama dua bulan sejak 12 Januari-- 7 Maret 2026.
Ketua Prodi D3 Radiologi, Indah Musdalifah melaporkan, sebanyak 139 mahasiswa akan berangkat ke tiga zona, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Total rumah sakit yang menjadi wahana praktik kali ini, sebanyak 22 rumah sakit.
Hal itu ia laporkan saat menyampaikan sambutan dalam Pembekalan PKL Prodi Radiologi PoltekMu pada Jumat, 2 Januari 2026 di Aula kampusnya. Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan, PKL 3 merupakan tahapan penting dalam kurikulum Prodi Radiologi karena mahasiswa akan terjun langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan.
PKL menjadi momentum penting untuk mengaplikasikan kompetensi radiologi yang telah diperoleh selama perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis, profesionalisme, serta etika kerja di lingkungan klinik.
Direktur PoltekMu, Mustari Bosra mengatakan, PKL kali ini merupakan uji coba pelaksanaan yang benar-benar menerapkan prinsip mandiri. "Tahun ini, mahasiswa mengurus diri sendiri terkait keberangkatan dan akomodasi. Kita tahu, tahun sebelumnya, keberangkatan dan akomodasi diurus secara kolektif oleh panitia," ungkap dia.
"Kita memberikan kebebasan kepada ananda untuk berlatih, secara mandiri mengurus diri sendiri. Bahkan untuk PKL dasar, kalau di daerah asalnya ada rumah sakit yang bisa dijadikan sebagai wahana PKL, maka biarkanlah mereka secara berkelompok ber-PKL di kampungnya itu," kata dia.
Sementara itu, Ketua BPH Arifuddin Ahmad menekankan kepada mahasiswa terkait dimensi spiritualits dalam segala aktivitas. Hal itulah, kata dia, yang membedakan orang beriman dengan yang tidak, terlebih lagi mahasiswa PoltekMu Makassar.
Ia mengamanahkan, seluruh prosesi selama ber-PKL juga harus dilandasi keikhlasan dan rasa cinta. Untuk itu, Ia mengutip pesan salah satu ulama salaf yang menyatakan, suatu amal jika dilakukan awalnya adalah kekhawatirkan, maka niscaya perbuatan itu pasti mudah berubah. "Karena itu orientasi, landasannya jangan hanya karena takut nilainya jelek, takut tidak lulus, tapi atas dasar kecintaan pada profesi," ujar dia.
Ia menyampaikan bahwa PKL bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan proses pembentukan karakter dan profesionalisme calon tenaga radiografer. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik institusi, terlebih Persyarikatan Muhammadiyah.
Ia menegaskan, peserta PKL harus menjunjung tinggi etika profesi serta mematuhi seluruh aturan dan standar keselamatan kerja di lahan praktik.
“Kami berharap mahasiswa Prodi Radiologi dapat memanfaatkan PKL 3 ini secara maksimal untuk mengasah kompetensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun sikap kerja yang profesional dan berintegritas,” ujar Arifuddin Ahmad.

