PACITAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Pacitan menyelenggarakan Pelatihan Kader Taruna Melati 1 (PKTM 1) sebagai upaya penguatan kaderisasi pelajar Muhammadiyah di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan dan berlangsung selama tiga hari, mulai Jum’at, 23 hingga Ahad, 25 Januari 2026.
PKTM 1 mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Perjuangan, Mewujudkan Kader Berjiwa Kepemimpinan” yang diarahkan untuk membentuk kader pelajar Muhammadiyah yang berintegritas, militan, dan siap memimpin.
Pelatihan ini menjadi tahapan awal dalam sistem kaderisasi IPM untuk menanamkan pemahaman ideologis, sikap kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial kader pelajar.
Peserta kegiatan berasal dari unsur Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Pacitan, sehingga menjadi ruang konsolidasi kader lintas wilayah.
Ketua Panitia Penyelenggara Andik Widodo menyampaikan, PKTM 1 merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter kader IPM. “Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses pembelajaran untuk menumbuhkan kesadaran ideologis, tanggung jawab, dan semangat perjuangan kader pelajar Muhammadiyah,” ujar Andik.
Kegiatan PKTM 1 secara resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pacitan, Supadmini, SAg., yang memberikan apresiasi atas konsistensi IPM dalam menjalankan kaderisasi.
Ia juga menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang Muhammadiyah. “Dari proses inilah akan lahir generasi pemimpin yang berakhlak, berilmu, dan berkomitmen pada nilai-nilai Islam,” tuturnya.
Ketua PD IPM Kabupaten Pacitan, Eki Marga Rama, SPd menekankan, PKTM 1 merupakan pintu awal pembentukan jati diri kader IPM. “PKTM 1 adalah proses pembelajaran ideologis dan organisatoris. Kader IPM harus siap menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah,” kata Eki Marga Rama, SPd.
Dalam rangka memberikan pembekalan yang komprehensif, PKTM 1 menghadirkan sejumlah pemateri yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pengembangan kader pelajar.
Materi ke-IPM-an disampaikan oleh Joni Kurniawan, sementara materi manajemen organisasi dibawakan oleh Muhamat Khomarudin, SIkom., yang membahas tata kelola organisasi secara efektif.
Penguatan ideologi dan spiritualitas kader diberikan melalui materi Kemuhammadiyahan oleh Drs H Akhmad Munib Siroj, MSi., serta Al-Islam oleh Ustaz Mohammad Asysyadul Juhdi Al Mubarok, SPd., dilengkapi materi kepemimpinan dan psikologi remaja. (Ahyar)

