BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung secara resmi menerjunkan ratusan mahasiswa tingkat akhir (semester 7) dari Prodi PAI untuk melaksanakan program Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP). Pelepasan dan penerjun partisipan dilakukan secara serentak pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Program yang dijadwalkan berlangsung selama dua bulan penuh ini menyasar puluhan sekolah mitra tingkat dasar dan menengah, baik SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/SMK/MA yang tersebar di seluruh wilayah Bandung Raya.
PLP merupakan manifestasi penting dari kurikulum berbasis kompetensi yang dirancang UM Bandung untuk mempersiapkan calon pendidik profesional.
Melalui program ini, para mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori pengajaran di dalam kelas. Namun, diuji kepekaan sosialnya dalam menghadapi dinamika riil persekolahan di era digital.
Ketua Program Studi PAI UM Bandung Dr Iim Ibrohim MAg menegaskan bahwa PLP tahun 2026 dirancang sebagai jembatan krusial transformasi mahasiswa dari pembelajar akademik menjadi praktisi pendidikan.
"Program PLP ini adalah kawah candradimuka bagi mahasiswa semester akhir. Kami tidak sekadar mengirim mahasiswa untuk mengajar, tetapi untuk mengasah kepemimpinan, kepribadian, dan keahlian pedagogik yang adaptif. Di era modern ini, tantangan guru PAI sangat kompleks, sehingga mereka harus mampu menghadirkan pengajaran berbasis nilai keislaman yang relevan dan menyejukkan," ujar Iim.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Prodi PAI UM Bandung Dr Hernawati MPd menjelaskan bahwa selama dua bulan mengabdi, para mahasiswa akan menjalani serangkaian tugas terstruktur yang mencakup pembuatan rancangan pembelajaran, manajemen kelas, hingga pendampingan kegiatan ekstra kurikuler.
"Para mahasiswa dibekali tanggung jawab penuh untuk berintegrasi dengan ekosistem sekolah. Mulai dari penyusunan modul ajar, pengelolaan dinamika siswa di kelas, administrasi sekolah, hingga keterlibatan dalam pembinaan karakter keagamaan siswa. Kami menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan nama baik almamater selama bertugas," tegas Hernawati.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga merupakan Pengurus Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Supala MAg menilai keberadaan mahasiswa PLP di sekolah-sekolah menjadi momentum penguatan mutu pendidikan nasional.
"Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra di Bandung Raya ini sangat strategis. PLP bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membangun fondasi pendidikan nasional yang kuat. Mahasiswa membawa wawasan keilmuan terkini dari kampus untuk disuntikkan ke dalam sistem pembelajaran di sekolah," terang Supala.
Supala berharap program ini mampu melahirkan lulusan calon pendidik PAI yang tidak hanya unggul secara akademis. Namun, memiliki integritas moral serta kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja pascalulus.*

