Potensi SDM Muhammadiyah

Publish

26 September 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1102
Sumber: Wikipedia

Sumber: Wikipedia

Oleh : Amalia Irfani

Mengikuti dialog dan bincang ilmu tentang berbagai fenomena sosial dari multi perspektif yang diadakan Asosiasi Doktor Muhammadiyah Indonesia (ADMI) yang hadir tanggal 17 tiap bulan, memberi banyak inspirasi, motivasi, untuk membangkitkan semangat perjuangan membesarkan Persyarikatan sesuai kesanggupan atau kemampuan yang dimiliki oleh warga Muhammadiyah, siapapun, kapanpun. Kehadiran ADMI tidak saja diharapkan sebagai wadah silahturahim berdiskusi, tetapi sebuah pecutan semangat agar seluruh kader persyarikatan dengan ranah bahkan kekuasaannya terus fight berdakwah. Tidak surut dan luntur, tanpa lupa mencari kader muda berpotensi unggul berpikir berkemajuan yang akan menggantikan perjuangan.

Pengkaderan bagi Muhammadiyah sesungguhnya bukan sesuatu yang sulit, tetapi bukan pula hal remeh temeh. Potensi jumlah  SDM yang ada di amal usaha pendidikan (belum diamal usaha yang lain dan kader diluar amal usaha),  dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Mulai dari pendidikan strata satu hingga doktor, serta berjejer profesor potensial merupakan kekayaan intelektual yang  menjadi identitas Islam, identitas bangsa Indonesia. Muhammadiyah dengan gerakan tajdidnya nyata memberikan perubahan baik di masyarakat, tidak hanya di Indonesia bahkan dunia.

Muhammadiyah dikenal organisasi kemasyarakatan moderat adalah contoh organisasi sukses gemilang dengan multi peran. Prof. Dr. Munir Mulkhan narasumber dalam diskusi ADMI Selasa 17 September 2024, menguraikan bagaimana "megah" nya SDM dan AUM berkontribusi aktif, massif bagi masyarakat Indonesia khususnya dalam mencerdaskan generasi. "Kebanggaan yang tidak membuat Muhammadiyah lenggah dan lelah, sebaliknya terus bersemangat dengan karya, inovasi, kreativitas untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (MIYS)", tegasnya.

Kader Potensial Persyarikatan

Potensial dapat diartikan memiliki potensi, kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan. Jika itu dilekatkan pada manusia maka, ia terindentifikasi sebagai individu yang mau dan mampu (tenaga pikiran) dalam mengisi ruang pergerakan berbalut dakwah dengan segala dimensinya. Jika diibaratkan bangunan berwujud organisasi, potensial dapat bermakna, wadah menyatukan heterogenitas untuk mencapai tujuan bersama.

Individu potensial tidak hanya mumpuni karena memiliki kekuatan dengan ilmu, tetapi juga memungkinkan lewat jalur kekuasaan. Misalnya dengan mengakumulasi berbagai pendapat  dalam suatu keputusan/kebijakan untuk kemaslahatan masyarakat luas.

Hal ini penting sebab kader yang duduk di pemerintahan atau di lembaga non pemerintah tetapi dengan legalitas besar ke masyarakat, tidak hanya sekedar memiliki panggung peran karena tugas sebagai abdi negara, tapi penguat kebijakan atas nama besar organisasi. Saat seorang kader persyarikatan mampu profesional dalam merumuskan tujuan kebijakan yang sesuai aspirasi dan kebutuhan masyarakat, secara tidak langsung akan menambah image/stigma masyarakat. Sehingga secara tidak langsung personal branding yang ditunjukkan oleh seorang kader, akan menarik benang merah dimana individu tersebut aktif berorganisasi.

Mereka menjadi  corong organisasi untuk menyampaikan ide, saran dan gagasan. Ruang itu harus ada, sebab peran sosial suatu organisasi akan terasa kurang jika tidak memiliki akses di pemerintahan.

Untuk itulah sebagai gerakan Islam dengan mainstream berkemajuan Muhammadiyah melalui para kader potensialnya, harus terus dapat mengisi banyak ruang yang dibutuhkan masyarakat. Kader potensial harus sigap, cermat dalam membangun relasi dengan etos kerja terjaga. Jika point' penting tersebut telah mampu dilakukan dan dipertahankan, maka citra baik akan menjadi budaya yang terus terpola hingga ke generasi selanjutnya.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Ir Tito Yuwono, ST., MSc., PhD., IPM, Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Wawasan

Melampaui Perbedaan: Bagaimana Al-Qur`an Menyatukan Kitab Suci Lain Oleh: Donny Syofyan, Dosen Faku....

Suara Muhammadiyah

6 October 2025

Wawasan

Kerja Cerdas, Antara Makna Islami dan Ilusi Instan di Era Generasi Z Oleh: Rusydi Umar, Dosen FTI U....

Suara Muhammadiyah

29 September 2025

Wawasan

Anak Saleh (25) Oleh: Mohammad Fakhrudin "Anak saleh bukan barang instan. Dia diperoleh melalui pr....

Suara Muhammadiyah

9 January 2025

Wawasan

Mengembangkan Amal Usaha Persyarikatan Tidak Boleh Emosi dan Euforia Oleh: Amidi, Dosen FEB Univers....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025