Prabowo, UMKM, dan Upaya Memperbesar Kelas Menengah

Suara Muhammadiyah

22 June 2026

350
Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo, UMKM, dan Upaya Memperbesar Kelas Menengah 

Oleh: Buya Anwar Abbas 

Para pelaku usaha di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam usaha besar (0,01 persen), usaha menengah (0,09 persen), usaha kecil (1,22 persen), serta usaha mikro dan ultra mikro (98,68 persen). Dari kategori tersebut, secara umum dunia usaha sering dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu usaha besar (0,01 persen) dan UMKM (99,99 persen).

Jika dikaitkan dengan dunia perbankan, khususnya bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BTN, data penyaluran kredit kepada UMKM menunjukkan angka yang beragam. BRI menyalurkan kredit kepada UMKM sebesar 81,97 persen. Sementara itu, Bank Mandiri dan BNI masing-masing berada pada kisaran 20–22 persen, sedangkan BTN sekitar 13–15 persen. Dengan demikian, rata-rata kredit yang disalurkan bank-bank Himbara kepada UMKM hanya sekitar 35,24 persen.

Kondisi tersebut tentu jauh dari nilai-nilai keadilan. UMKM yang jumlahnya mencapai sekitar 99,99 persen dari keseluruhan pelaku usaha hanya memperoleh porsi kredit sebesar 35,24 persen. Sebaliknya, usaha besar yang jumlahnya hanya sekitar 0,01 persen justru menikmati kredit sebesar 64,76 persen. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa distribusi pembiayaan masih belum berpihak kepada mayoritas pelaku ekonomi nasional.

Oleh karena itu, apabila Presiden Prabowo Subianto merasa kecewa terhadap kinerja bank-bank Himbara, hal tersebut dapat dipahami. Berdasarkan data yang ada, bank-bank milik negara belum sepenuhnya menjalankan amanat konstitusi sebagaimana termaktub dalam Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian harus diselenggarakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dalam praktiknya, penyaluran kredit masih cenderung lebih menguntungkan kelompok usaha besar dibandingkan mayoritas pelaku usaha rakyat.

Keadaan ini tentu berbahaya apabila terus berlanjut. Kesenjangan sosial dan ekonomi dapat semakin melebar, sesuatu yang jelas tidak kita harapkan. Di sinilah letak pentingnya peringatan Presiden Prabowo kepada bank-bank negara yang tergabung dalam Himbara agar tidak hanya mengucurkan kredit kepada kelompok usaha besar yang itu-itu saja, tetapi juga memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat lapis bawah serta para pengusaha pemula dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah.

Sikap dan pandangan Presiden Prabowo tersebut patut mendapat dukungan. Jika kebijakan tersebut dapat diwujudkan secara konsisten, dalam beberapa tahun ke depan akan terjadi mobilitas ekonomi vertikal. Pelaku usaha mikro, ultra mikro, dan usaha kecil akan memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas. Pada saat yang sama, jumlah kelas menengah Indonesia akan semakin bertambah dan semakin kuat.

Pembesaran kelas menengah merupakan salah satu syarat penting bagi terciptanya perekonomian yang sehat dan berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki daya beli dan kapasitas ekonomi yang lebih baik, roda perekonomian nasional akan bergerak lebih dinamis. Pada akhirnya, ekonomi Indonesia akan semakin bergeliat menuju kondisi yang lebih kuat, inklusif, dan berkeadilan. Inilah harapan yang ingin diwujudkan bersama.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Sabar Melaksanakan Perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala  Oleh: Mohammad Fakhrudin Banyak ....

Suara Muhammadiyah

21 June 2024

Wawasan

Insan Rabbani Episentrum Perubahan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Oleh: Agusliadi Massere Saya,....

Suara Muhammadiyah

7 November 2023

Wawasan

Oleh: Saidang, Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Enrekang Beberapa kali umat Islam ini mengha....

Suara Muhammadiyah

3 July 2025

Wawasan

Ikhtiar Awal Menuju Keluarga Sakinah (25) Oleh: Mohammad Fakhrudin (warga Muhammadiyah tinggal di M....

Suara Muhammadiyah

22 February 2024

Wawasan

Ashabul Kahfi (2); Misteri Angka 300/309  Penulis: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya U....

Suara Muhammadiyah

4 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah