TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Sudah menjadi agenda rutin tahunan Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera) Temanggung, unit Madrasah Aliyah Almatera melaksanakan kegiatan Praktik Dakwah Lapangan di bulan Romadlon.
Sebanyak 73 santri yang terbagi menjadi 24 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari tiga anggota dan satu kelompok beranggotakan empat orang, pada hari Senin, (23/2/2026) dilakukan pelepasan PDL oleh Direktur Pesantren Syamsuri Adnan bersama dengan Kepala Madrasah Aliyah Romadlon di Masjid Kampus satu.
Dalam sambutan pelepasan, Syamsuri Adnan menekankan para santri untuk benar-benar menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan sebaik mungkin.
Kegiatan PDL yang berlangsung mulai tanggal (23/2/2026-9/3/2026), Santriwan ditempatkan Cabang Pandanarum terdiri dari 9 kelompok, dan Santriwati yang ditempatkan di Cabang Batur Banjarnegara terdiri dari 15 kelompok.
Kedatangan para santri PDL di Pandanarum yang dipusatkan di Masjid At-Taqwa dan diketuai oleh Khamdani selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah, disambut dengan senang hati dan waktunya sangat tepat karena bertepatan bulan Romadhon penuh dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang dan para santri bisa terlibat aktif di dalamnya. Begitu juga sambutan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Batur Banjarnegara
”Tujuan kegiatan PDL yang menekankan kepada santri untuk membaur langsung di tengah masyarakat, menjadi pembelajaran berharga yang hanya di dapatkan selama di pondok,” pesan ketua panitia Jakfar Shodiq. Bimbingan dari para orang tua asuh santri yang terdiri dari berbagai macam pengalaman dan pengetahuan, menjadi salah satu pengalaman tersendiri yang yang tidak didapatkan selama proses pembelajaran di pondok pesantren.
Semua kegiatan PDL, menuntut pertanggungjawaban santri untuk melaporkan dan dibukukan secara tertulis dan menjadi salah satu bentuk tanggung jawab masing-masing kelompok yang dibimbing oleh guru pembimbing.
Peran orang tua asuh yang sepenuhnya memberikan arahan dan bimbingan kepada para santri, mengoptimalkan para santri menjalankan tugasnya di lokasi PDL yang ditempati. Segala hal yang menjadi persoalan dalam menjalankan tugas, mendapatkan pengarahan langsung dari orang tua asuh yang dari masing-masing anggota kelompok memiliki persoalan yang berbeda dan santri dituntut untuk bisa mengatasinya.
Keindahan alam dan kondisi lingkungan yang asri dan alami, menjadi penyemangat para santri untuk mengoptimalkan kegiatan PDL yang dilakukan meskipun bimbingan para orang tua asuh menjadi hal utama beserta dari para guru pembimbing. Ranting Muhamadiyah Salam Pandanarum yang ditempati oleh kelompok 3 dan diketui oleh Hilmi Nazzih Al Akbar berserta anggotanya, diminta langsung untuk menjadi Imam Tarowih. Kelompok-kelompok lain yang terletak di beberapa ranting, diminta pula untuk mengisi kegiatan serupa khususnya santriwan seperti kultum dan mengajar anak-anak TPQ. (A Khamid)

