Prodi Humas UMRI Gelar FGD Evaluasi Kurikulum bersama Industri dan Alumni

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

909
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Program Studi (Prodi) Hubungan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan Evaluasi Kurikulum yang melibatkan mitra strategis dari dunia industry yaitu Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) serta para alumni pada tanggal 12 Agustus 2025. 

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyerap masukan terkait pengembangan kurikulum ke depan sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai profesi humas masa depan. Sebagai S1 Program Studi Hubungan Masyarakat satu-satunya Prodi Humas di PTMA prodi Hubungan Masyarakat berfokus pada kehumasan yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ESG dan DEI. 

Pertamina Hulu Rokan, yang diwakili oleh Ghaisa Maulani, menekankan bahwa kebutuhan kehumasan ke depan bukan hanya sekadar kemampuan komunikasi, tetapi juga keterampilan menjalin hubungan dengan pihak pemerintah maupun non-pemerintah. Selain itu, humas harus berperan dalam menjaga Good Corporate Governance (GCG) memiliki penguasaan terhadap isu-isu lingkungan, serta memiliki kemauan untuk terus belajar. Ghaisa juga menambahkan bahwa mahasiswa perlu aktif berorganisasi sebagai sarana melatih kepemimpinan, jejaring, dan kemampuan koordinasi.

Sementara itu, Tata Khaira dari RAPP menyampaikan bahwa pembelajaran kehumasan perlu dirancang berbasis proyek (project-based learning) agar mahasiswa terbiasa berkolaborasi untuk mencapai target. Ia menekankan pentingnya membangun personal branding di era digital, salah satunya melalui platform LinkedIn. “Humas harus menjadi jembatan yang menghubungkan internal dan eksternal organisasi. Mahasiswa juga perlu terbiasa berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan dan usia pada Masyarakat ” ujar Tata.

Masukan juga datang dari Nurul Fajrin dari Pranata Humas Kemenag Kab. Rokan Hilir, yang berbagi pengalaman terkait pentingnya kompetensi ilmiah dalam bidang kehumasan, keterampilan  kehumasan misalnya liputan, serta jurnalistik yang relevan dengan praktik kehumasan.

Dari perspektif alumni, Boy Syahril yang kini menjabat sebagai Humas UMRI, menyatakan bahwa materi yang diajarkan di Prodi Hubungan Masyarakat UMRI sudah relevan dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan. Namun, ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah skill set yang perlu terus diasah, di antaranya kecakapan berpikir kritis, keterampilan teknis, serta kreativitas dalam mengelola komunikasi.

Seluruh masukan dari mitra industri dan alumni bermuara pada satu kesimpulan: mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat UMRI harus mampu adaptif terhadap perkembangan zaman, menguasai teori-teori dasar kehumasan, dan terampil mengaplikasikannya di dunia nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi UMRI dalam memperkuat kurikulum yang adaptif, relevan, dan visioner, sehingga lulusan dapat bersaing dan berkontribusi secara nyata di dunia kehumasan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketika berbicara tentang Muhammadiyah tentu tidak terlepas dari lam....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Teknologi yang berkembang semakin masif memungkinkan untuk ter....

Suara Muhammadiyah

3 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kantor Layanan Lembaga Lazismu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta....

Suara Muhammadiyah

28 March 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Para atlet dari Pimpinan Cabang Tapak Suci Putera Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjadi p....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah