JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi meraih Akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 2105/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026. Status akreditasi tersebut berlaku mulai 1 Oktober 2026 hingga 1 Oktober 2031.
Kepala Prodi PBSI UMJ, Wika Soviana Devi, M.Hum., mengatakan capaian tersebut didukung oleh kualitas tenaga pengajar yang telah memiliki jabatan fungsional, mulai dari lektor hingga lektor kepala. Produktivitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan berbagai karya juga menjadi salah satu kekuatan Prodi PBSI UMJ.
“Capain tersebut menjadi hasil dari berbagai upaya yang dilakuukan Prodi PBSI UMJ dalam meningkatkan mutu akademik dan mendukung produktivitas civitas academica,” ujar Wika.
Pengembangan mutu tersebut juga mencakup proses pembelajaran dan hubungan akademik antara dosen dan mahsisea. Prodi PBSI UMJ turut melakukan penguatan pada system yang mendukung pelaksanaan pendidikan
“Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen, kemudian sistem pelayanan, juga menjadi salah satu keunggulan yang kami miliki. Kurikulum kami sudah berbasis OBE dan terus kami kembangkan untuk menjawab visi yang telah kami tentukan melalui kurikulum dan sistem pembelajaran,” jelasnya.
Perolehan Akreditasi Unggul juga dinilai memiliki arti penting bagi keberlanjutan Prodi PBSI UMJ. Predikat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak calon mahasiswa untuk bergabung dengan Prodi PBSI UMJ.
“Predikat Unggul ini sangat berarti bagi kami, terutama karena sebelumnya kami sempat mengalami penurunan jumlah mahasiswa. Dengan adanya predikat Unggul ini, kami berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk hadir dan bergabung di PBSI UMJ,” kata Wika.
Dari sisi lulusan, Akreditasi Unggul diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas dan daya saing mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Prodi PBSI UMJ juga berkomitmen mempersiapkan lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja, khususnya dalam bidang pendidikan.
“Dengan adanya predikat Unggul, tentu kami berharap dapat menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas dan mempersiapkan mereka untuk bersaing di dunia industri, terutama di bidang pendidikan. Mereka diharapkan mampu bersaing dan sejajar dengan lulusan dari program studi unggul lainnya,” jelasnya.
Ke depan, Prodi PBSI UMJ akan memanfaatkan berbagai masukan yang diperoleh selama proses akreditasi hingga tahap visitasi sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program. Salah satu fokus utama dalam lima tahun mendatang adalah memperkuat kolaborasi internasional yang dinilai masih perlu ditingkatkan dari sisi jumlah dan cakupannya.
“Masukan selama proses akreditasi sampai visitasi sangat berarti bagi kami untuk mengembangkan program yang capaiannya belum terlalu tinggi. Dalam lima tahun ke depan, kami akan fokus mengembangkan kolaborasi internasional yang masih perlu kami benahi, sekaligus mengembangkan mahasiswa agar life skill mereka semakin bertambah,” ungkap Wika.
Selain penguatan kolaborasi internasional, Prodi PBSI UMJ akan mendorong peningkatan kapasitas dosen dan pengembangan mahasiswa secara lebih terstruktur. Program-program tersebut akan disusun dengan target capaian yang telah ditetapkan sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kualitas Prodi PBSI UMJ secara berkelanjutan.

