PSKP-UAD Terbitkan Survei Nasional "Muhammadiyah di Mata Anak Muda"

Publish

30 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
49
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Muhammadiyah Bertransformasi Menjadi 'Social Enterprise' Raksasa di Mata Gen Z dan Milenial

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi merilis laporan survei nasional bertajuk "Muhammadiyah di Mata Anak Muda" pada Maret 2026. Laporan ini memotret secara objektif bagaimana Generasi Z dan Milenial memandang peran, kontribusi, serta relevansi Muhammadiyah di tengah disrupsi zaman.

Kepala PSKP-UAD, Dr Azaki Khoirudin, MPd, menyatakan bahwa survei ini merupakan ikhtiar akademik untuk memetakan persepsi kelompok muda secara empiris dan terukur. "Temuan kami menunjukkan adanya Collective Pride atau kebanggaan kolektif yang sangat tinggi, di mana 91% responden menyatakan bangga terhadap Muhammadiyah," ujarnya dalam pengantar laporan seperti diterima Suara Muhammadiyah Senin (30/3).

Salah satu temuan paling krusial adalah fakta bahwa Muhammadiyah kini tidak lagi hanya dipandang sebagai organisasi dakwah tradisional. Data menunjukkan bahwa 46,5% responden yang merasa bangga justru bukan berasal dari kalangan kader Muhammadiyah. Hal ini mengindikasikan bahwa Muhammadiyah telah sukses membangun citra sebagai "brand" yang kredibel dan memberikan manfaat nyata bagi publik luas, lintas kalangan, dan lintas iman.

Dr Azaki menjelaskan bahwa di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi formal, Muhammadiyah justru meraih angka kepercayaan 90% sebagai organisasi yang berperan penting bagi bangsa. "Ini adalah sinyal bahwa anak muda lebih menghargai kontribusi nyata ketimbang janji politis," tegasnya.

Generasi digital memberikan apresiasi tinggi terhadap fleksibilitas Muhammadiyah. Sebanyak 90,9% responden menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang modern dan terbuka, sementara 89% menganggap cara beragama ala Muhammadiyah sangat simpel, rasional, dan tidak kaku.

"Muhammadiyah sukses melakukan branding cara beragama yang kompatibel dengan gaya hidup digital," ungkap Azaki. Ia menambahkan bahwa data ini membuktikan anak muda tidak meninggalkan agama, melainkan hanya meninggalkan cara beragama yang rumit dan mencari tawaran yang "Simple, Easy, and Rational". Hal ini tercermin dari dukungan 82,9% anak muda terhadap inisiasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) dan preferensi 87,9% responden terhadap shalat tarawih 11 rakaat.

Pendidikan "Worth It" dan Aksi MDMC

Dalam sektor pelayanan publik, Muhammadiyah dinilai sebagai Social Enterprise raksasa yang kualitasnya diakui secara luas. Sebanyak 88,1% anak muda menyebut kualitas pendidikan Muhammadiyah sangat "worth it" atau sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Layanan kesehatan pun mendapat nilai "jempolan" dengan tingkat kepuasan mencapai 86,1%.

Menariknya, program bantuan bencana melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menjadi wajah paling ikonik bagi 69,3% anak muda. Azaki mencatat adanya "Action Bias" di kalangan generasi muda yang lebih memberikan atensi pada program bersifat heroik, visual, dan menyentuh kebutuhan sosial mendesak.

Meskipun mendulang sentimen positif, survei ini juga memberikan catatan kritis yang tajam. Isu penerimaan konsesi tambang memicu polarisasi opini, di mana angka penolakan mencapai 46%. Penolakan ini mayoritas datang dari kelompok netral atau masyarakat umum (56,4%) yang mengkhawatirkan risiko etika lingkungan dan moral.

Selain itu, terdapat tantangan persepsi biaya di wilayah perkotaan. Meskipun 84,6% anak muda di pedesaan menilai sekolah Muhammadiyah terjangkau, 31% responden di kawasan urban justru menganggap biayanya tidak lagi murah.

PSKP UAD memberikan rekomendasi agar Muhammadiyah terus melakukan mitigasi reputasi pada isu lingkungan, mengevaluasi strategi keterjangkauan pendidikan di kota besar, serta memperkuat pengaruh kultural (soft power).

"Mari kita jadikan temuan ini sebagai kompas untuk memastikan Muhammadiyah tetap menjadi gerakan Islam Berkemajuan yang terus memenangkan hati dan pikiran generasi masa depan," pungkas Azaki. (riz)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta menggelar serangkaian acara....

Suara Muhammadiyah

5 May 2024

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKI....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Magang, job training, atau praktik pengalaman lapangan menjadi s....

Suara Muhammadiyah

20 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiya....

Suara Muhammadiyah

22 January 2026

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Kalimantan Tim....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah