Rakernas Majelis Tabligh, Haedar Nashir: Hadirkan Pesan Islam yang Mendamaikan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1504
Haedar Nashir bersama Majelis Tabligh PP Muhammadiyah

Haedar Nashir bersama Majelis Tabligh PP Muhammadiyah

SOLO, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof., Dr., Haedar Nashir pada Jumat, (22/9) di Hotel Syariah, Solo.

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menyampaikan terima kasih kepada UMS yang telah memfasilitasi beberapa Rakernas yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Majelis Tabligh dalam menyikapi era digital ini, harus bisa berdakwah lebih fleksibel, harus mampu menyebar dan meluas dalam mendakwahkan Islam dari rahim Muhammadiyah," ujar Haedar.

Sejatinya, dunia berubah, sehingga selalu ada perubahan dan perkembangan zaman. Dengan demikian, Muhammadiyah harus memperkaya dakwah dengan menghadirkan pesan-pesan keislaman yang mendamaikan, memperkokoh, dan menyatukan. Sehingga nilai-nilai keislaman, keumatan, dan kebangsaan, serta membawa pada kemajuan.

"Kemudian kenapa Muhammadiyah ingin memperkuat itu, karena melihat perubahan sosial yang luar biasa, yang menyebabkan orientasi beragama semakin beragam. Belum lagi, pengaruh relasi media sosial yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai luhur," papar Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Intinya, jangan sampai sistem dan peralatan yang semakin canggih membuat manusia mengalami dehumanisasi atau hilangnya rasa kemanusiaan.

"Jadikan sistem digital dan proses revolusi IPTEKs ini menjadi alat, tetapi bukan tujuan bagi kemajuan hidup manusia. Sehingga menjadi manusia yang berkeadaban tinggi," paparnya.

Menurut Fathurrahman, Lc., M.S.I., ini juga kondisi dari dampak Covid-19 ini menjadikan dunia baru dan menyebabkan budaya baru. 

"Dari tahun ke tahunpun, budaya mahasiswa itu juga berbeda beda dan beragam. Sehingga, dalam konteks dakwah pilihannya satu yaitu berubah," tegasnya.

Efek pandemi Covid-19, menjadi titik tolak perubahan manusia secara global. Dalam konteks perubahan itu, Muhammadiyah itu harus ada pada aspek purifikatif dan dinamik.

"Prinsip dalam dakwah yang dikembangkan, dengan mainset kolaboratif, serta saling memegang aspek purifikatif dan dinamik itu," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif M,Si., mengungkapkan selamat datang peserta Rakernas Majelis Tabligh di Surakarta. 

"Pelaksanaan yang awalnya mau dilaksanakan di UMS, harus berpindah ke hotel ini, karena Edutorium KH. Ahmad Dahlan sedang digunakan untuk wisuda," ungkap Rektor UMS.

Namun, jangan khawatir, pada akhir rangkaian Rakernas ini akan dilaksanakan Tabligh Akbar pada Minggu, (24/9) nanti, oleh Ustadz Dr., (HC) Adi Hidayat, Lc., MA., di gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS. 

“Untuk memobilisasi Muhammadiyah di Jawa Tengah relatif mudah, lebih-lebih apabila lokasinya di selenggarakan di UMS,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Pengukuhan Korps Mubaligh Muhammadiyah, oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof., Dr., Haedar Nashir didampingi oleh Ketua PP Dr. H. M. Saad Ibrahim, M.A., Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman, Lc., M.S.I., dan Rektor UMS Prof., Sofyan Anif. (Fika/Riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 9 Februari. Pada ....

Suara Muhammadiyah

8 February 2025

Berita

BAUBAU, Suara Muhammadiyah – Muhammad Fadli Hidayyattulah, seorang mahasiswa berprestasi dari ....

Suara Muhammadiyah

31 October 2023

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) resmi....

Suara Muhammadiyah

19 July 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai benua terluas, Asia memiliki kekayaan kultural yang beragam. Di....

Suara Muhammadiyah

28 December 2023

Berita

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Pelatihan Kader Taruna Melati 1 (PKTM 1) yang diselenggarakan oleh....

Suara Muhammadiyah

7 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah