BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat menggelar Agenda Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Ahad, 15 Februari 2026, bertempat di Hotel Grand Tjokro Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Barat serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah.
Rakerwil ini mendapat dukungan penuh dari Bank Syariah Indonesia yang menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi bersama Muhammadiyah Jawa Barat dalam mengimplementasikan program-program wakaf yang selaras dengan tema kegiatan, yakni One City One Project—satu kota satu program wakaf.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Syariah Indonesia juga menawarkan dukungan pendanaan bagi setiap PDM yang memiliki program wakaf terbaik melalui aplikasi Byon pada menu wakaf, sebagai bentuk penguatan ekosistem wakaf digital yang terintegrasi.
Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PWM Jawa Barat, Muhammad Ramdan Widi Irfan, SE., MM., CWC., menegaskan bahwa Muhammadiyah Jawa Barat siap menghadirkan layanan wakaf yang lebih siap dan profesional. Pihaknya telah menggandeng perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pelayanan wakaf tunai, sehingga seluruh transaksi wakaf dapat dilayani secara cepat, responsif, dan transparan. Dengan sistem tersebut, setiap wakif diharapkan memperoleh kemudahan dalam proses berwakaf tanpa kendala administratif.
Widi menambahkan, ke depan setiap PDM di Jawa Barat harus telah memiliki Kantor Layanan (KL) Wakaf Tunai agar implementasi tema One City One Project dapat berjalan optimal dan merata di seluruh daerah. Melalui langkah strategis ini, Muhammadiyah Jawa Barat menargetkan penguatan tata kelola wakaf yang modern, profesional, serta berdampak luas bagi kemaslahatan umat.
Selain itu, penguatan mobilisasi Wakaf Tunai di Jawa Barat akan didukung oleh kesiapan daerah dalam menghadirkan layanan terbaik bagi warga persyarikatan maupun umat Islam secara umum untuk berwakaf. Klaster Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTM/PTA) serta berbagai Amal Usaha Muhammadiyah lainnya diarahkan menjadi pusat mobilisasi Wakaf Tunai. Penguatan sumber daya manusia yang tersertifikasi serta hadirnya layanan berbasis teknologi menjadi strategi utama dalam menjadikan gerakan wakaf sebagai program unggulan di Jawa Barat.
Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam aspek keuangan juga menjadi perhatian penting dalam Rakerwil 2026. Integrasi antara wakaf aset dan wakaf uang diharapkan mampu memperkuat sinergi seluruh pimpinan Muhammadiyah dari tingkat daerah hingga wilayah, sehingga pengelolaan wakaf semakin profesional, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan umat.

