Rakor PDM Makassar, Massifkan Dakwah hingga Perkuat Kepemimpinan

Suara Muhammadiyah

5 October 2026

88
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kawasan Permandian Je'ne Tallasa Sileo, Kabupaten Gowa, pada 3–4 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi menjelang berakhirnya masa kepemimpinan.

Sekretaris Panitia Rakorda, Fahmi Jalaluddin menyampaikan bahwa rakor tersebut merupakan agenda strategis untuk menyatukan langkah seluruh unsur Muhammadiyah di Kota Makassar.

"Momentum ini merupakan bagian dari konsolidasi lembaga, terlebih masa kepemimpinan saat ini tinggal sekitar satu tahun lagi. Karena itu, diperlukan penyamaan visi dan penguatan sinergi dalam menjalankan amanah organisasi," ujarnya.

Terpisah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar Dr. H. Darwis Muhdina mengatakan bahwa amanah kepemimpinan persyarikatan ini adalah hal yang harus dipertanggungjawabkan sehingga lewat rapat koordinasi ini sebagai momentum startegis menyatukan langkah gerak bersama untuk menuntaskan amanah kedepannya.

"Banyak program yang perlu diselesaikan utamanya kita mendorong bagaimana dakwah di kota makassar perlu dimassfikan dan bisa lebih berkemajuan," katanya.

Intinya, menurut H. Darwis Muhdina bagaimana Muhammadiyah bisa terus hadir memberikan kebermanfaatan dan kemaslahatan untuk ummat dan bangsa.

"Insyallah kita susun semua agenda strategis ini, lalu kita bergerak bersama," ungkapnya.

Rakor secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Arifuddin Ahmad, M.Ag., Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang memperkuat ukhuwah sekaligus membangun kolaborasi antarlembaga dan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.

Menurutnya, rakor bukan sekadar agenda koordinasi, tetapi juga wadah menyatukan potensi yang dimiliki Muhammadiyah agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.

"Suasana rakor ini diharapkan sejuk dan penuh semangat silaturahmi. Kita harus mampu mengorganisasi seluruh potensi yang ada di organisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah melalui kerja yang kolaboratif," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Arifuddin Ahmad mengutip sabda Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain." ungkap Prof Arifuddin mengutip hadis.

Hadis tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting dalam membangun semangat kebersamaan, saling menguatkan, serta mengelola organisasi secara kolaboratif dan transformatif.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi kebermanfaatan, sekaligus mendorong pengelolaan organisasi yang lebih transformatif demi kemajuan Muhammadiyah dan pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.

Selain agenda rapat koordinasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya, hasil kerja sama antara BAZNAS Kota Makassar dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar.

Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat tata kelola dana sosial keagamaan yang profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Hadir pada kegiatan ini para anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Ketua dan Sekretaris Majelis Lembaga, Ketua dan Sekretaris Ortom Tingkat Daerah dan Anggota PD Aisyiyah Tingkat Makassar. 

Ketahanan Pangan Untuk Umat

Pelayanan umat menjadi salah satu perhatian utama PDM Kota Makassar. Jajaran pimpinan mendorong penguatan gerakan kepedulian sosial melalui pembentukan santunan ketahanan pangan bagi warga yang membutuhkan.
 
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PDM Makassar, Chairuddin Hakim, usai mengikuti Rakor. Chairuddin yang juga menjadi Steering Committee (SC) Rakor PDM Makassar mengatakan, pembentukan santunan ketahanan pangan merupakan salah satu hasil penting dari rapat koordinasi tersebut. Program itu diarahkan untuk memperkuat pelayanan umat sekaligus membuka ruang partisipasi bagi seluruh unsur Muhammadiyah dalam gerakan berbagi.
 
“Santunan ini dalam rangka memberikan ruang kepada seluruh pimpinan untuk giat beramal. Jadi setiap majelis, lembaga, maupun warga kita harapkan menyisihkan harta dalam bentuk apa pun, baik uang, benda, ataupun lainnya,” ujar Chairuddin.
 
Ia menjelaskan, bantuan yang terkumpul nantinya akan dikoordinasikan melalui satu pintu di Kantor Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Makassar. Dengan pola tersebut, distribusi bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan cepat sesuai kebutuhan masyarakat.
 
Menurut Chairuddin, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah merespons berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Kota Makassar. Terutama ketika masyarakat menghadapi bencana atau kondisi yang membutuhkan bantuan segera.
 
“Warga yang terdampak bencana ataupun yang membutuhkan, kita langsung respons cepat. Jadi langsung terjun, tidak lagi melist di grup dan seterusnya. Ini biasanya ribet,” katanya.
 
"Bukan hanya bantuan sosial, juga bantuan kesehatan, bantuan pendidikan dan layanan lainnya kita siapkan," imbuhnya.
 
Ia menilai, gerakan berbagi dan membantu masyarakat merupakan bagian dari kerja dakwah Muhammadiyah. Karena itu, pelayanan umat tidak hanya diwujudkan melalui program kelembagaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
 
“Ini pekerjaan yang mulia. Apalagi berbagi sesama merupakan kerja dakwah Muhammadiyah,” tutur Chairuddin.
 
"Gerakan kemanusiaan seperti ini sesungguhnya telah dilakukan, namun lewat wadah ini ingin lebih tersistematis dan terstruktur saja," katanya.
 
Chairuddin berharap program santunan ketahanan pangan tersebut dapat dimaksimalkan dan dikoordinasikan dengan baik oleh seluruh unsur Muhammadiyah di Kota Makassar. Dengan kolaborasi antara pimpinan, majelis, lembaga, dan warga Muhammadiyah, bantuan yang dihimpun diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
 
“Semoga ini bisa dimaksimalkan dan dikoordinasikan, dan bisa lebih berdampak luas kepada masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.
 
Dalam arahannya saat penutupan, Darwis Muhdina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan yang telah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
 
Menurutnya, Rakor PDM Makassar tidak hanya menjadi ruang untuk membahas agenda persyarikatan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi serta mempererat silaturahmi antar-pimpinan Muhammadiyah.
 
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pimpinan yang telah hadir membersamai kegiatan rapat koordinasi ini. Sesungguhnya kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Darwis.
 
Ia mengatakan, suasana kegiatan yang dikemas secara santai dan menyegarkan tidak mengurangi substansi pembahasan mengenai agenda organisasi ke depan.
 
“Refreshing ini, kita bincang dengan santai, namun serius membahas agenda program ke depannya,” katanya.
 
Darwis menilai, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, setiap pimpinan perlu saling menguatkan agar kerja-kerja organisasi dapat berjalan secara bersama-sama.
 
“Berkumpulnya kita ini sebagai upaya penguatan bersama, saling menguatkan dalam bermuhammadiyah. Olehnya itu, kita bermuhammadiyah dengan riang gembira,” tuturnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Darwis juga mengajak seluruh pimpinan untuk kembali meramaikan Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdim) sebagai salah satu ruang bersama untuk menjalankan aktivitas dan program persyarikatan.
 
Ia mengingatkan agar seluruh aktivitas yang dilakukan dalam Muhammadiyah senantiasa dilandasi niat ibadah kepada Allah SWT.
 
“Apa pun aktivitas kita di Muhammadiyah, niatkan semuanya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Olehnya itu, Muhammadiyah ini adalah ladang beramal dan fastabiqul khairat, tempat untuk melakukan kerja-kerja amal dan kerja-kerja ikhlas,” ujarnya.
 
Darwis juga mengajak seluruh jajaran pimpinan untuk menjaga kebersamaan, termasuk dengan saling memaafkan apabila terdapat perbedaan maupun kekhilafan selama menjalankan aktivitas organisasi. “Mari kita saling memaafkan,” pesannya.
 
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Rakor PDM Makassar tersebut dapat terus dibawa dalam pelaksanaan program dan kerja-kerja Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 2 Kalasan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahu....

Suara Muhammadiyah

12 July 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Dalam kuliah umum yang berlangsung di salah satu universitas swast....

Suara Muhammadiyah

20 February 2025

Berita

Kisah Tarhib Ramadhan di Ranting Muhammadiyah Kakullasan Penulis: Furqan Mawardi, Ketua LPCRPM PWM ....

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kwarda Hizbul Wathan Surabaya menggelar Musyawarah Kwartir Daera....

Suara Muhammadiyah

23 December 2023

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah dalam kemajuannya di abad ini didasari dengan spiri....

Suara Muhammadiyah

7 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah