PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah kerja bareng dengan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional Forum Pimpinan Bidang Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) selama 3 (tiga) hari di Hotel Wyndham OPI Palembang, Kota Palembang pada tanggal 8 - 10 Februari 2026.
Acara tersebut dibuka oleh Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag, Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema “Revitalisasi Peran Dosen AIK Sebagai Katalisator Penguatan Profil Peserta Didik Berkemajuan di PTMA”, dan acara tersebut dihadiri Prof. Dr. Ishak Iskandar, M. Sc., Kepala LL Dikti 2 Sumatera Selatan, Dr. H.M. Idris, M.Si. Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M. Rektor UM Palembang, Prof. Dr. Muhammad Ichsan Dacholfani, M.Ed. Ketua Forum Pimpinan Bidang AIK PTMA, dan 73 peserta perwakilan dari 52 PTMA.
Sutrisno yang juga Guru besar Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, sebagai narasumber dalam sesi pertama menyampaikan materi “Inovasi Metode dan Penguatan NarasI Islam Berkemajuan Dalam Pendidikan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)”, dengan 10 (sepuluh) Inovasi Metode dan Penguatan yang ditawarkan, yaitu:
Pertama, AIK diturunkan dan dijiwai oleh Risalah Islam Berkemajuan (RIB), AIK dijiwai (diturunkan) dari Risalah Islam Berkemajuan (RIB);
• Yang kemudian AIK menjadi inti dari ideologi Muhammadiyah dan nilai dasar pendidikan.
• RIB menjadi core values Pendidikan AIK.
• AIK menjadi kerangka nilai yang terinternalisasi dalam seluruh sistem pendidikan di PTMA, mulai dari kurikulum, kebijakan kampus, hingga budaya akademik sampai seluruh sistem kehidupan di kampus.
• RIB menjadi body of knowledge AIK di PTMA.
Sutrisno menjelaskan kembali bahwa inovasi yang Kedua, AIK sebagai Living Values dan AIK sebagai Mata Kuliah; AIK Meliputi bidang:
Sumber pokok ajaran Islam: Aqidah, Ibadah dan Akhlak.
Sejarah Peradaban Islam: Klasik-kontemporer
Pemikiran Islam: Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Politik, hukum, Budaya, dan lain-lain.
Institusi Islam: Pendidikan, ekonomi, sosial, dan lain-lain.
Perkembangan Modern Dalam Islam: Kemuhammadiyahan
Ketiga, AIK diejawantahkan/diimplementasikan mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, sampai mahasiswa;
Keempat, AIK diterapkan dengan tiga teori pendidikan yaitu Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi;
Kelima, AIK diterapkan dengan berbasis pada Outcome Based Education (OBE);
Keenam, AIK diterapkan dengan Project Based Education (PBE);
Ketujuh, AIK diinternalisasikan dengan : Darul Arqam (DA), Baitul Arqam (BA), Living AIK, Padepokan Insan Kamil;
Kedelapan, AIK Diinternalisasikan dengan Program Mentoring AIK, dan
Kesembilan, AIK Diinternalisasikan dengan Golden Habit.
Kesepuluh, AIK diwujudkan dalam kehidupan kampus (Pedoman Hidup Islami Warga Kampus)
Sutrisno menegaskan kembali bahwa pelaksanaan AIK di PTMA disesuaikan dengan standar umum AIK yaitu kelembagaan, kampus Islami, sumber daya manusia (SDM), integrasi keilmuan, penelitian, pengabdian masyarakat, kemahasiswaan, kerjasama dengan persyarikatan, dan pembiayaan, sedangkan standar khusus Pendidikan AIK yaitu kompetensi lulusan AIK, isi AIK, proses pembelajaran AIK, Dosen AIK, sarana prasarana pembelajaran AIK, pembiayaan AIK, pengelolaan pembelajaran AIK, dan penilaian pembelajaran AIK. (Supardi)

