Rambu-rambu Bencana sebagai Media Edukasi Visual untuk Keselamatan Publik

Suara Muhammadiyah

25 May 2025

1375
Pelatihan fasilitator bagi masjid dan musala Muhammadiyah. Foto: Cris

Pelatihan fasilitator bagi masjid dan musala Muhammadiyah. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Anggota Divisi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Zein Mufarrih Muktaf menegaskan, pentingnya pemasangan rambu-rambu kebencanaan. Hal ini berperan vital dalam memberikan informasi awal kepada masyarakat mengenai potensi bahaya dan jalur evakuasi saat terjadi bencana.

“Itu penting ya, karena ada beberapa pemahaman tentang kebencanaan bisa di edukasi ke masyarakat, bisa lewat poster dan sebagainya,” sebutnya saat pelatihan fasilitator bagi masjid dan musala Muhammadiyah kolaborasi LRB  dengan LPCRPM PP Muhammadiyah, Ahad (25/5) di Wisma Sargede Jalan Pramuka Kav 5F UH, Kota Gede, Yogyakarta.

Rambu-rambu ini dibuat untuk dibuat untuk memberikan panduan jelas bagi masyarakat dalam menghadapi situasi bencana. “Itu perlu dipersiapkan dengan rambu, jalur evakuasi, dan edukasi lainnya agar masyarakat siap menghadapi situasi darurat,” tuturnya.

Sambung Zein, rambu itu bersifat perintah. Dengan sifatnya perintah, masyarakat, terutama jamaah di masjid dan mushala, mesti mematuhi rambu-rambu yang telah terpasang. “Harus ikuti perintah ini (rambu-rambu) agar selamat,” katanya.

Bersamaan dengan itu, pemasangan rambu-rambu ini mesti melihat lokasi-lokasi rawan bencana secara tepat. Penempatan yang tepat memastikan rambu berfungsi efektif sebagai panduan evakuasi dan peringatan dini bagi masyarakat.

“Ini yang penting. Tepat posisi yang dimaksud di sini misalnya jalur manusia. Ini biasanya dipakai dan digunakan,” bebernya.

Meskipun demikian, pemasangan rambu-rambu bencana ini tidak difungsikan sebagaimana semestinya. Banyak di antaranya hanya menjadi pajangan tanpa pemahaman yang memadai dari warga sekitar, atau bahkan terabaikan karena kurangnya sosialisasi dan pemeliharaan.

“Beberapa tempat itu, kayak rambu evakuasi itu hanya ditempel begitu saja. Sebatas formalitas saja,” ungkapnya.

Rambu-rambu bencana itu, bongkar Zein, berupa rambu petunjuk larangan, rambu bahaya, rambu kewajiban atau instruksi, dan rambu peralatan pemadam kebakaran. Karena itu, perlu dilakukan perencanaan dan survei lapangan. “Memastikan kebutuhan rambu, penempatan dan pemasangan,” ujarnya.

Pada sisi yang lain, Wakil Sekretaris LRB PP Muhammadiyah Budi Santoso, lebih mengarah ke proses mencandra agenda ke depan. Yakni merancang kerja (RKTL) masjid tangguh bencana. Sesi ini, Budi meminta kepada para peserta untuk memberikan agenda kerja hal ihwal implementasi pasca-pelatihan fasilitator ini. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

FLORES, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengaktifkan 10 ti....

Suara Muhammadiyah

18 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Syarikat Cahaya ....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Pasca disosialisasikan oleh LPO PDM Bantul, Senam Bugar Muhammadiyah (S....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tiga kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengikuti kegiatan s....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DIY mengadaka....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah